Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 27 Sep 2018 17:21 WIB

Mulai Tahun Depan, Kapan Reaktivasi Jalur Kereta Jabar Selesai?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Akrom Hazami/detikcom Foto: Akrom Hazami/detikcom
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah menggarap reaktivasi empat jalur kereta di Jawa Barat. Pihaknya menargetkan jalur tersebut dapat beroperasi pada tahun 2020.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan saat ini KAI masih melakukan survei lokasi guna menentukan desain hingga target waktu pengerjaan raktivasi tersebut.

Namun, ia memastikan pada tahun depan proyek tersebut telah digarap. Langkah itu dimulai dengan penertiban kepemilikan tanah di lokasi.

"Mulai kerjanya tahun depan awal (Januari). Kalau tahun ini persiapan seluruhnya dulu, termasuk survei, desain, menghitung anggaran. Jadi awal tahun sudah mulai oengerjaan diawali dengan ditertibkan dulu," ungkap dia kepada detikFinance, seperti yang ditulis Kamis (27/9/2018).


"Iya bisa jadi (tahun 2020 beroperasi)," terang dia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan akan melakukan pengecekan konstruksi terlebih dahulu kepada empat jalur yang akan direaktivasi itu. Apakah masih bisa digunakan atau mesti ada perubahan.

Bila, masih digunakan pihaknya akan melakukan perawatan untuk menjamin keamanannya.

Sebagai informasi, adapun empat jalur yang akan direaktivasi ada sepanjang 178,8 kilometer (km) terdiri dari Cibatu-Cikajang, Bandung-Ciwidey, Banjar-Pangandaran, dan Rancaekek-Tanjung Sari.- PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah menggarap reaktivasi empat jalur kereta di Jawa Barat. Pihaknya menargetkan jalur tersebut dapat beroperasi pada tahun 2020.


Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan pada dasarnya pihaknya masih melakukan survei lokasi guna menentukan desain hingga target waktu pengerjaan rekativasi tersebut.

Namun, ia memastikan pada tahun depan proyek tersebut telah digarap. Langkah itu dimulai dengan penertiban kepemilikan tanah di lokasi.

"Mulai kerjanya tahun depan awal (Januari). Kalau tahun ini persiapan seluruhnya dulu, termasuk survei, desain, menghitung anggaran. Jadi awal tahun sudah mulai pengerjaan diawali dengan ditertibkan dulu," ungkap dia kepada detikFinance, seperti yang ditulis Kamis (27/9/2018).

"Iya bisa jadi (tahun 2020 beroperasi)," terang dia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan akan melakukan pengecekan konstruksi terlebih dahulu kepada empat jalur yang akan direaktivasi itu. Apakah masih bisa digunakan atau mesti ada perubahan.

Bila, masih digunakan pihaknya akan melakukan perawatan untuk menjamin keamanannya.

Sebagai informasi, adapun empat jalur yang akan direaktivasi ada sepanjang 178,8 kilometer (km) terdiri dari Cibatu-Cikajang, Bandung-Ciwidey, Banjar-Pangandaran, dan Rancaekek-Tanjung Sari. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com