Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 11 Okt 2018 17:05 WIB

Jaring Turis, Pelindo III Gaet Operator Kapal Pesiar Hong Kong

Rizki Ati Hulwa - detikFinance
Foto: Dok Pelindo III Foto: Dok Pelindo III
Jakarta - Pelindo III mendukung target pemerintah untuk mendatangkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2018. Dukungan tersebut salah satunya dilakukan dengan mengajak operator kapal pesiar internasional Genting Hong Kong untuk mengembangkan rute kunjungannya ke Tanah Air.

"Salah satunya dengan proaktif berpromosi ke sejumlah operator cruise call (intensitas kunjungan kapal) dan juga membuka rute baru ke pelabuhan lainnya yang menjadi gerbang laut bagi berbagai destinasi wisata di sekitarnya," ujar Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dalam keterangan tertulis, Kamis (11/10/2018).

Hal itu diungkapnya saat gelaran Indonesia-Singapore Leader's Retreat dalam agenda IMF-World Bank Annual Meetings 2018 di Bali.


Agung menjelaskan, semula operator kapal pesiar yang banyak menggarap rute wisata Asia tersebut telah membawa kapal Genting Dream sandar rutin di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Celukan Bawang Bali. Ke depannya, Genting Hong Kong akan melayani rute baru Singapura-Surabaya-Celukan Bawang dan Benoa di Bali.

Ia menambahkan, Pelindo III telah melakukan berbagai terobosan layanan agar operator mau memastikan kunjungan hingga 6 bulan sebelum kedatangan kapal, yakni dengan memberikan prioritas sandar. Pelindo III juga siap memberikan bantuan untuk menjamin kelancaran embarkasi dan debarkasi penumpang hingga pendampingan pengurusan perizinan ke pemerintah setempat dan instansi terkait.

Selain itu, Pelindo III juga memperbarui fasilitas sandar di terminal Pelabuhan Celukan Bawang untuk melayani cruise dengan panjang kapal (LOA/length overall) mencapai 342m, lebar 46,6m dan kedalaman hingga 9,2m.

"Agar dapat bersaing dengan pelabuhan cruise lain pada industri pariwisata global, Pelindo III terus meningkatkan fasilitas pelabuhan agar dapat disandari cruise yang berkapasitas hingga lebih dari 4.000 penumpang dan kru kapal. Sehingga semakin besar cruise yang bisa sandar, maka semakin banyak turis asing yang datang. Diharapkan juga dapat mendorong peningkatan industri wisata di Bali," lanjut Agung.


Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat mengungkapkan tren ukuran cruise di masa depan akan semakin besar. Salah satunya untuk mengakomodir pertumbuhan pasar wisata cruise di Asia yang berkembang pesat. Ia mengatakan pada 2019-2021, diproyeksikan akan mulai diluncurkan Global-Class ships dari galangan kapal di Jerman yang berkapasitas sekitar 5.000 penumpang.

"Indonesia tidak ketinggalan momentum, karena Pelindo III tengah membangun Terminal Gilimas di Pelabuhan Lembar, Lombok, NTB. Dermaga yang akan dibangun sepanjang 440m, lebar 26m dan kedalaman kolam pelabuhan yang mencapai -14m LWS (low water spring atau rata-rata permukaan air) dengan nilai investasi mencapai Rp 1,3 triliun," ungkapnya.

Menurutnya, kesiapan Terminal Gilimas tersebut untuk mengakomodir sandarnya cruise berukuran mega-ship serta agar dapat dipandang potensial untuk mendorong peningkatan industri pariwisata nasional. Selain itu ia menilai destinasi pariwisata di Lombok sudah siap dan akan semakin berkembang dengan datangnya ribuan wisman dengan cruise internasional. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed