Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Okt 2018 13:09 WIB

4 Tahun Jokowi-JK

Bangun Pos Perbatasan, Basuki: Transaksi di Sana Emas, Bukan Chiki

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: PLBN Skouw jadi tempat wisata. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, setiap pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) dilengkapi dengan pasar. Basuki mengatakan, adanya pasar diharapkan dapat menggerakkan perekonomian di wilayah terdepan Indonesia.

"Tiap ada PLBN ada pembangunan pasar, kita tidak ingin gagah-gagahan tok PLBN, tapi menciptakan kegiatan ekonomi di perbatasan," kata Basuki dalam acara dalam acara 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Auditorium Gedung Kementerian Sekretariat Negara Jakarta, Selasa (28/10/2018).

Basuki mengatakan, adanya PLBN menggerakkan perekonomian di perbatasan terbukti di PLBN Skouw, di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini di Papua. Di wilayah tapal batas tersebut, dia menuturkan, kini menjadi tempat transaksi perdagangan emas, bukan untuk transaksi snack.

"Di Skouw bapak lihat itu perdagangannya emas bukan main-main, bukan hanya chiki," ujarnya.


Basuki menambahkan, Skouw sendiri ramai dikunjungi masyarakat. Baik untuk melakukan transaksi jual-beli, atau untuk berwisata.

"Skouw, bagus pasarnya, orang sekarang Sabtu-Minggu di sini," sambungnya.

Sebagai tambahan, selama 4 tahun memerintah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun beberapa PLBN, di antaranya PLBN Entikong Kalimantan Barat, PLBN Nanga Badau Kalimantan Barat, PLBN Aruk Kalimantan Barat, PLBN Wini Nusa Tenggara Timur (NTT), PLBN Motamasin NTT, PLBN Motaain NTT, PLBN Skouw Papua.






Tonton juga 'Pasar Skouw Jadi Tempat Belanja Favorit Warga Papua Nugini':

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com