Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 24 Okt 2018 16:36 WIB

Pemerintah akan Bangun 1.200 Hunian Sementara di Palu

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Dok. Kementerian PUPR
Makassar - Pemerintah menggenjot pembangunan 1.200 hunian sementara (Huntara) bagi korban gempa yang ada di Palu, Sulteng. Pemerrintah mengakui, proses relokasi warga ke depannya tidaklah mudah.

"Mau dibangun sekitar 1.200 hunian sementara. Juga proses penyediaan dan pembangunan air bersih dan sanitasi," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Makassar, Sulsel, Rabu (24/10/2018).


Basuki mengatakan bahwa akan ada relokasi bagi warga Palu yang terkena dampak dari gempa berkekuatan 7,4 magnitudo pada 28 September lalu. Perlu diketahui, masa tanggap darurat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah akan berakhir pada Jumat (26/10/2018) mendatang.

"Sementara bikin hunian sementara karena kita mau relokasi enggak gampang," ungkapnya.


Dikatakannya, salah satu fokus dalam masa tanggap darurat ini adalah soal pembersihan kota dari puing-puing bangunan gempa. "Dalam rangka emergensinya, kedaruratan, bersihkan kota semuanya," kata dia.

Pembersihan puing-puing bangunan terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama relawan. Sebanyak 251 unit alat berat dikerahkan untuk pembersihan lingkungan dan lainnya, baik alat berat yang di bawah kendali TNI sebanyak 64 unit maupun di bawah kendali Kementerian PUPR sebanyak 187 unit.


Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebanyak 14.604 personil gabungan dari TNI, Polri, sipil dan relawan dikerahkan untuk penanganan darurat hingga saat ini.




Tonton juga 'Antar Bantuan, Relawan CT Arsa Tempuh Belasan Titik Rawan Longsor':

[Gambas:Video 20detik]

(fiq/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com