Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 24 Okt 2018 20:01 WIB

6 Perusahaan RI Terbaik di Dunia, Ini Sejarahnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Sebanyak enam perusahaan Indonesia masuk dalam daftar Global 2000: World's Best Employers versi Forbes 2018. Ini artinya enam perusahaan ini merupakan tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk pegawainya.

Antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Gudang Garam Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).


Berikut sejarah perusahaan-perusahaan ini hingga menjadi yang terbaik di dunia bagi karyawannya:

Bank Mandiri
Bank pelat merah ini didirikan pada 2 Oktober 1998 tahun lalu. Bank Mandiri adalah bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada Juli 1999 ada empat bank milik pemerintah yakni Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia dilebur menjadi Bank Mandiri.

Mengutip laman resmi Bank Mandiri memiliki rencana dan strategi jangka panjang yakni menjadi "To be The Best Bank in ASEAN by 2020" Bank Mandiri ingin menjadi Bank terbaik di ASEAN tahun 2020.

Bank Central Asia
BCA didirikan pada 1957, sesuai keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia no.42855/U.M.II tertanggal 14 Maret 1957 perihal izin melakukan usaha bank. Kepemilikan saham BCA sebanyak 54,94% dikuasai oleh PT Dwimuria Investama Andalan, ini adalah perusahaan milik grup Djarum atau milik konglomerat keluarga Hartono. Kemudian sisanya 45,06% dimiliki oleh masyarakat.

Hartono merupakan konglomerat di Indonesia. Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono merupakan kakak beradik yang tajir melintir di Indonesia. Keluarga mereka membeli saham BCA pada 1998 mereka melihat peluang bisnis di sektor perbankan dan akhirnya menjadi pemegang saham pengendali di BCA.

Gudang Garam
Berawal dari industri rumahan, perusahaan kretek Gudang Garam telah tumbuh dan berkembang seiring tata kelola perusahaan yang baik dan berlandaskan pada filosofi Catur Dharma. Nilai-nilai tersebut merupakan panduan perseroan dalam tata laku dan kinerja perusahaan bagi karyawan, pemegang saham, serta masyarakat luas.

Pendiri Gudang Garam Surya Wonowidjojo adalah seorang wirausahawan yang dimatangkan oleh pengalaman dan naluri bisnis. Mengutip laman resmi gudanggaramtbk.com di mata para karyawan, Surya bukan hanya berperan sebagai pemimpin, melainkan juga merupakan sosok seorang bapak, saudara, serta sahabat yang amat memperhatikan kesejahteraan karyawan.


Telkom Indonesia
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Pemegang saham mayoritas Telkom adalah Pemerintah Republik Indonesia sebesar 52.09%, sedangkan 47.91% sisanya dikuasai oleh publik. Saham Telkom diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode "TLKM" dan New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode "TLK".

Dalam upaya bertransformasi menjadi digital telecommunication company, TelkomGroup mengimplementasikan strategi bisnis dan operasional perusahaan yang berorientasi kepada pelanggan (customer-oriented). Transformasi tersebut akan membuat organisasi TelkomGroup menjadi lebih lean (ramping) dan agile (lincah) dalam beradaptasi dengan perubahan industri telekomunikasi yang berlangsung sangat cepat. Organisasi yang baru juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menciptakan customer experience yang berkualitas.

Bank Negara Indonesia
Awal didirikan, BNI bukanlah bank biasa, tapi disiapkan untuk menjadi Bank Sentral di Indonesia. Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 1946 tanggal 5 Juli 1946. Selanjutnya, berdasarkan Undang-Undang No. 17 tahun 1968, BNI ditetapkan menjadi "Bank Negara Indonesia 1946", dan statusnya menjadi Bank Umum Milik Negara. Selanjutnya, peran BNI sebagai Bank yang diberi mandat untuk memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional dikukuhkan oleh UU No. 17 tahun 1968 tentang Bank Negara Indonesia 1946.

BNI menawarkan layanan penyimpanan dana maupun fasilitas pinjaman baik pada segmen korporasi, menengah, maupun kecil. Beberapa produk dan layanan terbaik telah disesuaikan dengan kebutuhan nasabah sejak kecil, remaja, dewasa, hingga pensiun.

Bank Rakyat Indonesia
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed