Groundbreaking MRT Bundaran HI-Kampung Bandan Molor ke Januari 2019

Groundbreaking MRT Bundaran HI-Kampung Bandan Molor ke Januari 2019

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 31 Okt 2018 08:22 WIB
Groundbreaking MRT Bundaran HI-Kampung Bandan Molor ke Januari 2019
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Proyek mass rapid transit atau moda raya terpadu (MRT) fase I menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI sudah hampir rampung. Jika tak ada halangan, moda transportasi modern ini beroperasi pada Maret 2019.

MRT tak berhenti sampai Bundaran HI. Pembangunan dilanjutkan ke fase II menghubungkan Bundaran HI ke Kampung Bandan dengan panjang 8 km.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking fase II sebagai tanda dimulainya proyek rencananya akan dilakukan pada Desember 2018. Namun, rencana itu mundur menjadi Januari 2019.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut berita selengkapnya seperti dirangkum detikFinance:

MRT Lebak Bulus-Bundaran HI Kurang 3%

Foto: Ari Saputra
Pembangunan MRT fase I Lebak Bulus-Bundaran HI sedikit lagi rampung. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, progres pembangunan telah mencapai 97,08% atau kurang 3% lagi rampung.

"Hari ini di 97,08%, konstruksi bergerak maju menuju 4 bulan menuju operasi," kata William di Wisma Nusantara Jakarta, Selasa (30/10/2018).

William mengatakan, pekerjaan saat ini hanya berupa penyelesaian atau finishing. Tak tampak pekerjaan-pekerjaan berat pada proyek tersebut.

"Kalau sekarang mengunjungi daerah kita, sudah pekerjaan finishing," ujarnya.

William optimistis, proyek tersebut rampung tepat waktu. Dia bilang, saat ini juga tengah berlangsung sejumlah pengujian kereta.

"Kereta mulai di test automatic, jadi mulai tanpa masinis," ujarnya.


Alasan Groundbreaking MRT Bundaran HI-Kampung Bandan Molor

Foto: tim infografis: Mindra Purnomo
Peletakan batu pertama atau groundbreaking MRT fase II Bundaran HI-Kampung Bandan mundur di Januari 2019. Mulanya, groundbreaking direncanakan pada Desember 2018.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan, groundbreaking mundur karena gagal tender pada paket receiving substation (RSS) atau gardu listrik. Paket ini adalah satu-satunya yang ditawarkan ke kontraktor lokal.

Silvia menerangkan, mulanya ada lima kontraktor yang mendaftar paket tersebut. Namun, yang benar-benar mengajukan hanya satu kontraktor. Satu kontraktor itu gagal karena tidak lolos proses evaluasi.

"Kontraktor mulai kerja Desember, peralatan banyak nggak ada di sini, ada yang dikontrak ke proyek lain, ada di negara lain," ujar Silvia.

Atas kejadian tersebut, Silvia mengatakan, lelang diulang dan penetapan pemenang ditarget selesai Desember. Selanjutnya, groundbreaking ditargetkan berlangsung Januari 2019.

"Target kita sekarang bulan Desember itu bisa surat penunjukan pemenang bisa dikeluarkan lanjut tanda tangan kontrak. Kalau itu terjadi, bulan Januari sudah bisa groundbreaking," ungkapnya.

"Berarti kontraktor harus membawa peralatan ke lokasi dan mulai pekerjaan," tambahnya.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar menambahkan, groundbreaking memang mundur sedikit. Terpenting, kata dia, proses pembangunan MRT berjalan dengan benar.

"Desember-Januari tahunnya beda tapi Desember-Januari sebulan, yang ingin kita pastikan governance prosesnya benar. Itu yang dari awal MRT pastikan," tutupnya.


19 Bidang Tanah Dibebaskan untuk MRT Bundaran HI-Kampung Bandan

Foto: Lamhot Aritonang
Pembangunan MRT Bundaran HI-Kampung Bandan akan disertai pembebasan lahan. Pembebasan lahan ini akan dimulai pada tahun depan, di mana lahan tersebut nantinya digunakan untuk fasilitas penunjang MRT.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim tak mengingat secara detil luas lahan yang dibebaskan. Tapi dia yakin lahan yang akan dibebaskan sebanyak 19 bidang dengan lokasi yang tersebar.

"Kemarin itu butuh 19 titik bidang," kata dia.

Silvia mengatakan, dalam proyek ini akan sedikit mungkin memakai lahan publik sehingga lebih efisien.

"Kalau untuk kebutuhan lahan fase II pembahasan terakhir Pemprov akan gunakan jalur pembebasan lahan, APBD. Makanya sekarang penetapan lokasi (penlok) itu sedang disiapkan. Basically sama. Cuma upaya kita lakukan kita me-minimize kebutuhan mengambil lahan private sebanyak mungkin," kata dia.

Pembebasan lahan ini akan menggunakan anggaran pendapat dan belanja daerah (APBD) 2019. Adapun estimasi biaya untuk pembebasan lahan sekitar Rp 230 miliar.

"Itu Pemprov DKI kita estimasikan sekitar Rp 230 miliar-an. Kita estimasikan," ungkapnya.

Lanjut Silvia, begitu dana cair maka eksekusi lahan langsung dimulai. Dengan demikian, MRT fase II bisa berjalan dengan tepat waktu.

"Anggaran dimasukkan tahun depan. Mid 2020 kita harus bisa full swing pengadaan pelelangan selesai, kontraktor on board kita sudah mulai kerja. Kalau jadwal kita akhir 2024 kelar, awal 2025 bisa beroperasi," ungkapnya.

Sementara, untuk jalur MRT tidak perlu pengadaan lahan karena menggunakan lahan pemerintah daerah.

"Jalur area publik kita nggak pembebasan, itu punya Pemprov DKI," tutupnya.


Halaman 2 dari 4
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads