Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 03 Nov 2018 14:02 WIB

Jokowi Sebut Genjot Infrastruktur Bukan Karena Politik

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan pemerintahan kabinet kerja gencar membangun infrastruktur. Bukan karena ekonomi, alasan yang mendasari lainnya adalah persatuan.

Hal itu diungkapkannya pada saat deklarasi Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) untuk Jokowi-Ma'ruf Amin di Fairmont Hotel, Jakarta, Sabtu (3/11/2018).

Jokowi mengatakan, jika pembangunan infrastruktur hanya menjadi bahan politik semata maka dirinya akan lebih memprioritas pembangunan di Pulau Jawa.

Pasalnya, hasil dari pembangunan infrastruktur pada pertumbuhan ekonomi lebih besar dibandigkan dengan pembangunan di wilayah lain. Apalagi, berdasarkan survei BPS Pulau Jawa masih berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

"Pembangunan infrastruktur bukan hanya di Jawa. Sebetulnya kalay saya mau orang politik ya bangun saja di Jawa karena 60% penduduk di Jawa," kata Jokowi.



"Pertumbuhan pasti akan meningkat lebih cepat tapi mengelola negara beda dengan bisnis, bukan urusan untung rugi tapi pemerataan. Bukan urusan ekonomi tapi persatuan," tambah dia.

Menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur yang sudah direalisasikan oleh pemerintah juga bukan pekerjaan yang mudah, apalagi banyak menyita waktu. Oleh karena itu, selama empat tahun memimpin, fokus pemerintahan kabinet kerja mempersatukan seluruh wilayah Indonesia dengan infrastruktur.

Selain persatuan, dengan infrastruktur juga pemerintah bisa mewujudkan pemerataan ekonomi.

"Kita berhitung juga masalah pemerataan persatuan Indonesia bagaimana menyatukan negara sebesar ini. Infrastruktur landasan negara ini untuk bersaing dengan negara lain. Tantangan semakin berat," ujar Jokowi.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com