Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 06 Nov 2018 13:00 WIB

Laporan dari Chongqing

China Gencar Kembangkan Jalur Kereta Cepat Tujuan Eropa

Rita Uli Hutapea - detikFinance
Foto: Rita Uli Hutapea/detikcom Foto: Rita Uli Hutapea/detikcom
Chongqing - Dalam beberapa tahun terakhir, China gencar mengembangkan jalur kereta barang yang terhubung dengan Eropa, serta negara-negara di sepanjang jalur Belt and Road Initiative (BRI) atau 'Inisiatif Sabuk dan Jalan'.

Sejak awal 2018, Kereta Cepat China-Eropa telah mengoperasikan 61 rute di 43 kota-kota China dengan koneksi ke 41 kota-kota di 13 negara-negara Eropa.

Jalur kereta yang memainkan peran perintis dalam pembukaan jalur kereta China-Eropa adalah Jalur Kereta Internasional Chongqing-Xinjiang-Eropa. Jalur kereta yang berlokasi di kota Chongqing itu juga dikenal dengan nama Yuxinou, yang merupakan gabungan karakter bahasa China dari Yu (Chongqing), Xin (Xinjiang) dan Ou (Eropa).


Jalur kereta Yuxinou merupakan salah satu proyek infrastruktur paling awal dan paling penting dalam rencana menempatkan Chongqing menjadi pusat logistik internasional bagi kota-kota di China. Pengelola jalur kereta ini adalah perusahaan Yuxinou (Chongqing) Logistics.

"Jalur kereta ini dimulai dari Chongqing dan berakhir di Duisburg, Jerman, melintasi negara-negara di sepanjang rute BRI, termasuk Kazakhstan, Rusia, Belarus dan Polandia, dengan panjang rel mencapai 11.179 kilometer," kata Yan Zhen, Direktur Urusan Publik Yuxinou (Chongqing) Logistics kepada rombongan detikfinance dan media lain serta akademisi Indonesia yang berkunjung ke Yuxinou Logistics atas undangan Kedutaan Besar China di Indonesia.

Jalur kereta barang internasional ini adalah salah satu jalur Kereta Cepat China-Eropa yang mendukung implementasi transportasi reguler dua arah dengan Eropa.


Dijelaskan Yan Zhen, frekuensi keberangkatan kereta di jalur Yuxinou telah meningkat dari 17 kali pada tahun pertama operasinya pada tahun 2011 menjadi 663 kali pada tahun 2017, dan diharapkan akan mencapai target 1.000 kali per tahun pada 2018 ini.

Waktu tempuh perjalanan sepanjang jalur kereta Yuxinou telah jauh berkurang sejak jalur kereta Lanzhou-Chongqing beroperasi penuh pada September 2017. Jalur kereta Lanzhou-Chongqing dimulai dari Lanzhou di Gansu ke Chongqing via propinsi-propinsi Gansu, Shaanxi dan Sichuan.

"Lewat koneksi jalur kereta Lanzhou-Chongqing dengan Yuxinou, waktu tempuh keseluruhan menjadi lebih singkat. Di tahap awal operasinya, butuh waktu sekitar 15 hari untuk waktu tempuh kereta dari Chongqing ke Duisburg, Jerman. Dengan beroperasinya jalur kereta Lanzhou-Chongqing, maka waktu tempuh keseluruhan jalur Chongqing-Xinjiang- Eropa (Yuxinou) berkurang menjadi 12 hari," papar Yan Zhen.


Pemerintah Chongqing saat ini tengah mengembangkan rencana untuk memperluas rute transportasi ini hingga mencakup Singapura, Hong Kong, Tokyo, Seoul dan kota-kota Asia lainnya yang waktu tempuh penerbangannya tak lebih dari empat jam dari Chongqing.

Sejak beroperasi 7 tahun lalu, barang-barang yang diangkut melintasi jalur Yuxinou terus bertambah ragamnya. Saat ini, kargo yang diekspor ke Eropa via Yuxinou juga mencakup mesin dan peralatan, mobil dan suku cadang, sedangkan kargo yang masuk dari Eropa juga termasuk mobil dan suku cadang, mesin-mesin, kosmetik, susu bubuk dan produk-produk bayi dan kewanitaan dari berbagai negara Eropa.



Tonton juga 'Kereta Peluru Hong Kong-China Resmi Melaju':

[Gambas:Video 20detik]

(ita/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com