Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Nov 2018 14:33 WIB

Jokowi: Ada Semangat Avengers di Kapsul Waktu Papua

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Presiden Jokowi resmikan monumen kapsul waktu, Merauke. (Istimewa) Foto: Presiden Jokowi resmikan monumen kapsul waktu, Merauke. (Istimewa)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini meresmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua. Jokowi menyebut bahwa Monumen Kapsul Waktu ini memiliki bentuk yang mirip dengan markas Avengers.

"Saya juga mengikuti di media sosial yang ramai membicarakan Monumen Kapsul Waktu ini. Katanya, bentuknya seperti markas Avengers yang juga sangat futuristik," ucap Jokowi saat meresmikan dalam keterangannya, Jumat (16/11/2018).

Dia mengatakan, bahwa untuk bisa dibaca, bertahan puluhan tahun, maka tujuh impian anak-anak bangsa dimasukkan dalam kapsul yang bentuknya sangat futuristik. Monumen ini, kata Jokowi, memiliki jiwa dan semangat yang sama dengan para Avengers. Para Avengers, bukan hanya punya mimpi besar.

"Monumen ini memiliki jiwa dan semangat yang sama dengan para Avangers. Para Avengers bukan hanya punya mimpi besar, tapi melakukan tindakan yang besar untuk melindungi orang banyak, melindungi orang yang lemah," kata Jokowi dalam akun Instagramnya.


Dia bilang, tujuh mimpi anak-anak bangsa diletakkan secara permanen di Monumen Kapsul Waktu Impian Indonesia di ujung timur Indonesia tersebut.

"Sehingga kelak di tahun 2085 dibuka oleh penerus kita. Apakah tujuh mimpi besar itu telah bisa kita wujudkan? Jadi, ini bukan semata-mata monumen biasa. Ini adalah monumen impian kita bersama," jelasnya.

Tujuh mimpi anak-anak bangsa dari 34 Provinsi yang ditulis dan disimpan dalam Kapsul waktu itu ialah pertama, SDM Indonesia kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia. Dua, masyarakat Indonesia menjunjung tinggi pluralisme, berbudaya, religius, dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika.

Tiga, Indonesia sebagai pusat pendidikan, teknologi, dan peradaban dunia. Empat, masyarakat dan aparatur pemerintah di Indonesia bebas dari perilaku korupsi. Lima, membangun infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia.

Enam, Indonesia sebagai negara yang mandiri dan negara yang paling berpengaruh di Asia Pasifik. Tujuh, Indonesia sebagai barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

(fdl/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed