Proyek bertajuk re-Development Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) dan Plaza Festival itu bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Proyek itu berkonsep mixed use dan transit oriented development (TOD). Kawasan nantinya akan berisi hunian berupa apartement, hotel bintang 3, pusat perbelanjaan, kawasan olahraga, ruang terbuka hijau dan semuanya terhubung dengan LRT.
1. Merombak Lahan Seluas 9,5 Hektar
|
Foto: M Iqbal
|
"Ini mungkin proyek terbesar di Jakarta. Dengan konsep tengah ada kawasan hijau 2 hektar," ujarnya di Hotel Aston Rasuna.
Ambono menjelaskan, proyek ini akan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama akan dibangun apartemen kelas menengah sekitar 3 ribu unit, universitas, area olahraga, hotel bintang 3 dan ruang terbuka hijau.
Untuk fase 1 diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun yang akan berasal dari pendanaan. Oleh karena itu perusahaan membutuhkan ekuitas sekitar Rp 300 miliar.
"Apakah fase pertama jadi 1 tahun? Tidak. Fase pertama akan jadi minimal 30 bulan," ujarnya.
Untuk fase 2 perusahaan akan membangun pusat perbelanjaan, sport hall, hotel bintang 3, convention center dan fasilitas umum lainnya.
2. PNS Pemprov DKI akan Tempati Apartement
|
Foto: M Iqbal
|
"Itu harus mengakomodasi karyawan DKI kalau bisa beli di siitu," kata Ambono.
Apartement yang dibangun nantinya bekelas menengah. Adapun harga jual yang ditetapkan sekitar Rp 400-500 juta per unit.
Pihaknya sengaja untuk membangun Apartement terlebih dahulu. Sebab hunian yang akan menarik pendapatan lebih dulu yang kemudian digunakan untuk pembangunan tahap selanjutnya.
"Kita sudah presentasi ke Pemprov DKI terkait hal ini," tambahnya.
3. Gandeng Investor China
|
Foto: Martha Simandjuntak/d'Traveler
|
"Kita sudah tanda tangan MoU dengan China. Mereka tertarik 3 proyek kami yakni GMSB, proyek di Sidoarjo dan proyek perkantoran di Jakarta," ujarnnya.
Ambono menjelaskan, para investor China tertarik dengan proyek-proyek properti yang terhubung dengan infrastruktur. Dengan konsep TOD maka dia berani pastikan bahwa investor China itu akan ikut dalam proyek tersebut.
"Mereka nilai ada semi infrastrukturnya. Seperti akses ke TOD stasiun. Lalu ada kepentingan publik seperti fasilitas olahraga, convention. Jadi itu dibungkus dengan suatu pengembangan yang sifatnya infrastruktur dan kepentingan umum. Tapi yang pure properti mereka tidak bisa masuk," terangnya.
Halaman 2 dari 4











































