Bakrie-Anies Mau Pugar Kawasan Rasuna

Bakrie-Anies Mau Pugar Kawasan Rasuna

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 20 Nov 2018 22:45 WIB
Bakrie-Anies Mau Pugar Kawasan Rasuna
Foto: Martha Simandjuntak/d'Traveler
Jakarta - Kawasan Rasuna Epicentrum akan dibangun ulang oleh si empunya PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Proyek itu digadang-gadangkan akan menjadi proyek terbesar di Ibu Kota.

Proyek bertajuk re-Development Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) dan Plaza Festival itu bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Proyek itu berkonsep mixed use dan transit oriented development (TOD). Kawasan nantinya akan berisi hunian berupa apartement, hotel bintang 3, pusat perbelanjaan, kawasan olahraga, ruang terbuka hijau dan semuanya terhubung dengan LRT.

1. Merombak Lahan Seluas 9,5 Hektar

Foto: M Iqbal
Presiden Direktur ELTY Ambono Janurianto menjelaskan, proyek re-Development Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) dan Plaza Festival memiliki luas 9,5 hektar. Kawasan ini akan dibangun kembali dengan konsep mixed use dan transit oriented development (TOD).

"Ini mungkin proyek terbesar di Jakarta. Dengan konsep tengah ada kawasan hijau 2 hektar," ujarnya di Hotel Aston Rasuna.

Ambono menjelaskan, proyek ini akan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama akan dibangun apartemen kelas menengah sekitar 3 ribu unit, universitas, area olahraga, hotel bintang 3 dan ruang terbuka hijau.

Untuk fase 1 diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun yang akan berasal dari pendanaan. Oleh karena itu perusahaan membutuhkan ekuitas sekitar Rp 300 miliar.

"Apakah fase pertama jadi 1 tahun? Tidak. Fase pertama akan jadi minimal 30 bulan," ujarnya.

Untuk fase 2 perusahaan akan membangun pusat perbelanjaan, sport hall, hotel bintang 3, convention center dan fasilitas umum lainnya.

2. PNS Pemprov DKI akan Tempati Apartement

Foto: M Iqbal
Sebagai bentuk kerja sama, hunian apartement nantinya diperuntukan bagi PNS Pemprov DKI Jakarta. Harga yang ditawarkan ditegaskan Ambono akan terjangkau.

"Itu harus mengakomodasi karyawan DKI kalau bisa beli di siitu," kata Ambono.

Apartement yang dibangun nantinya bekelas menengah. Adapun harga jual yang ditetapkan sekitar Rp 400-500 juta per unit.

Pihaknya sengaja untuk membangun Apartement terlebih dahulu. Sebab hunian yang akan menarik pendapatan lebih dulu yang kemudian digunakan untuk pembangunan tahap selanjutnya.

"Kita sudah presentasi ke Pemprov DKI terkait hal ini," tambahnya.

3. Gandeng Investor China

Foto: Martha Simandjuntak/d'Traveler
Untuk membangun proyek tersebut, Bakrieland Development tidak sendirian. Perusahaan juga akan menggandeng investor dari China.

"Kita sudah tanda tangan MoU dengan China. Mereka tertarik 3 proyek kami yakni GMSB, proyek di Sidoarjo dan proyek perkantoran di Jakarta," ujarnnya.

Ambono menjelaskan, para investor China tertarik dengan proyek-proyek properti yang terhubung dengan infrastruktur. Dengan konsep TOD maka dia berani pastikan bahwa investor China itu akan ikut dalam proyek tersebut.

"Mereka nilai ada semi infrastrukturnya. Seperti akses ke TOD stasiun. Lalu ada kepentingan publik seperti fasilitas olahraga, convention. Jadi itu dibungkus dengan suatu pengembangan yang sifatnya infrastruktur dan kepentingan umum. Tapi yang pure properti mereka tidak bisa masuk," terangnya.
Halaman 2 dari 4
(das/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads