Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 27 Nov 2018 23:15 WIB

Strategi Agar Alat Berat Tak Mondar-mandir Bikin Macet Tol Japek

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Trio Hamdani/detikFinance Foto: Trio Hamdani/detikFinance
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaplikasikan strategi lain untuk memperlancar lalulintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub, Bambang Prihartono menjelaskan, selain membuat pekerjaan proyek di Jalan Tol Japek dilakukan bergantian dan membatasi angkutan barang yang bisa lewat, Kemenhub juga melakukan pelimpahan proyek pada dua kontraktor untuk berkolaborasi.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir mobilitas alat berat yang biasa mondar-mandir digunakan untuk pekerjaan proyek di Jalan Tol Japek.

"Proyek tidak lagi overlap. Tidak boleh dikerjakan di satu titik, satu tempat dalam satu waktu. Bahkan tadi sudah ada beberapa pelimpahan pekerjaan," kata dia di Gedung Karsa Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).


Ia mencontohkan, pekerjaan pembuatan gardu di proyek kereta cepat yang dikerjakan PT Wijaya Karya, bisa dikerjakan oleh PT Waskita Karya yang merupakan kontraktor proyek tol layang Jakarta-Cikampek yang kebetulan lokasi proyeknya berdekatan.

"Misalnya pembangunan gardu oleh KCIC Jakarta-Bandung, diserahkan pekerjaannya dengan Waskita yang sedang bangun elevated. Jadi tidak ada mobilisasi alat," tambah dia.

Ia menjelaskan, jika tidak ada mobilisasi alat berat dari pengerjaan proyek maka jalur tol akan semakin lancar.

Skema yang akan dilakukan untuk pelimpahan proyek yang sudah dilakukan KCIC pada Jakarta Tol Elevated yaitu pihak KCIC Jakarta-Bandung tinggal membayar pembangunan gardu kepada pihak Waskita Karya yang menjadi kontraktor Jakarta Tol Elevated.

"Kalau ada dua kontraktor kan ada dua mobilisasi alat. Nanti oleh Waskita tinggal bayar saja. Jadi KCIC bayar saja ke Waskita. Itu di Cikunir, kilometer 10 ya, ini strategi, jadinya tidak ada lagi mobilisasi alat berlebihan di satu tempat yang menyebabkan gangguan samping," jelas dia.


Bambang mengatakan cara ini merupakan cara yang tepat untuk mengejar target penyelesaian proyek tanpa harus mengganggu arus lalulintas di Jalan Tol Japek.

"Kemudian juga ada pekerjaan yang tumpang tindih antara KCIC dan Waskita, sudah diselesaikan duluan. KCIC duluan, di Cikunir juga. Habis itu baru masuk Waskita. KCIC kan cepat, dia tanggal 2 Desember udah selesai kok," kata dia.

Lebih lanjut ketika ditanya mengenai apakah para kontraktor dari tiga proyek di Jalur Japek yaitu LRT Jabodebek, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Tol Japek Elevated, Bambang mengatakan semua pihak menyetujui skema ini.

"Sudah (setuju), kan setiap rapat mereka ada semua. Kita juga udah ajak bicara. Bahkan lengkap dengan Pak Menteri," kata dia.

Sementara itu sebagai informasi, setelah sebelumnya Kementerian Perhubungan memberikan keputusan untuk menghentikan seluruh pengerjaan proyek di Tol Japek Kilometer 11-17. Kebijakan tersebut mendapat kritikan dari berbagai pihak termasuk para kontraktor.

Dari berbagai masukan yang diterima, akhirnya rincian dari strategi pengerjaan proyek diubah menjadi dikerjakan secara bergiliran. Maksudnya yaitu pengerjaan proyek di Japek sekarang dilarang untuk dikerjakan oleh kontraktor di satu titik dalam waktu yang bersamaan.


Tonton juga 'Tol Pasuruan-Probolinggo Segera Rampung, Rencana Operasi Desember':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed