Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 03 Des 2018 16:31 WIB

Pemerintah Janji Nggak bakal Ada Proyek Infrastruktur Mangkrak

Mochamad Solehudin - detikFinance
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Kementerian PUPR Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Kementerian PUPR
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan semua proyek pembangunan infrastruktur berjalan hingga periode Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berakhir. Dia menjamin tak ada proyek yang mangkrak.

Basuki menuturkan, pada 2019 Kementerian PUPR mendapat alokasi anggaran cukup besar dengan total Rp 110 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur.


Contohnya saja, kata Basuki, untuk membangun jalan dan jembatan sebesar Rp40 triliun. Kemudian proyek bendungan, irigasi dan pengentasan banjir sebesar Rp35 triliun, cipta karya Rp20 triliun, perumahan Rp9 triliun dan sisanya untuk pengembangan infrastruktur wilayah.

Berbagai proyek pembangunan itu akan dia genjot di tahun depan. Pihaknya juga akan memastikan tidak ada proyek yang tertinggal selama masa kabinet kerja berakhir.

"2019 kami harus memastikan bahwa semua proyek jalan, tidak ada boleh yang ditinggalkan tanpa diselesaikan. Lain proyek yang belum selesai dengan yang ditinggalkan," kata Basuki, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (3/12/2018).


Dia mengungkapkan, ada 49 proyek bendungan yang akan dikerjakan. Menurutnya semua proyek tersebut akan mulai kontrak pada 2019 mendatang, namun belum tentu semuanya akan selesai pada 2019.

"Kalau bendungan dari 49 semua akan terkontrak pada 2019. Tapi selesainya di 2019 ada 18, nanti ada 9 lagi. Sisanya 2020,2021 terakhir 2022 selesai," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga, Kementrian PUPR Sugiyartanto mengklaim, target pemerintah membangun jalan tol sepanjang 1.000 kilometer sudah tercapai di tahun ini.


Dia mencontohkan jalan tol yang menghubungkan Merak-Surabaya sepanjang 870 kilometer sudah beroperasi. Kemudian tol penghubung Bakauheni-Palembang-Indralaya sepanjang 350 kilometer juga sudah beroperasi.

"Sama itu saja sudah ketutup (target 1.000 kilometer jalan tol)," ucapnya.


Selain itu lanjut dia masih ada jalan tol yang juga akan segera beroperasi, di antaranya tol penghubung Balikpapan-Samarinda sepanjang 100 kilometer, Manado-Bitung 40 kilometer, Medan-Kualanamu dan Medan-Tebingtinggi-Perapat sepanjang 150 kilometer.

"Lalu nanti jalan lagi Aceh-Singkil 70 kilometer. Probolinggo 66 (kilometer), Pandaan-Malang 33 kilometer, cukup tercapai 1.000 kilometer," ujarnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed