Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Des 2018 20:11 WIB

Ini Proyek Air Minum Tanpa Utang yang Dicek Sri Mulyani

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Foto: dok. kementerian Keuangan
Semarang - Pemerintah terus menggiatkan pembangun infrastruktur di berbagai daerah. Terobosan pembiayaan juga terus dilakukan untuk mengurangi beban anggaran negara yang bisa memicu peningkatan utang. Salah satunya dengan skema pembiayaan proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan USaha (KPBU).

Kali ini, proyek yang dibangun adalah proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat senilai Rp 1,1 Triliun resmi ditandatangani.

SPAM Semarang Barat menjadi proyek air minum ketiga yang menggunakan skema KPBU.

Moya Group sebagai perusahaan konsorsium PT Aetra Air Jakarta (Aetra) dan PT Medco Infrastruktur Indonesia diberikan kesempatan untuk membangun dan mengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat, melalui PT Air Semarang Barat (ASB).


CEO Moya Indonesia Holding Pte Ltd, Mohamad Selim mengatakan mimpi masyarakat Semarang Barat untuk mendapatkan pelayanan akses air bersih melalui jaringan perpipaan terwujud sudah dengan ditandatanginya Perjanjian Kerjasama (PKS) antara PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dengan PT Air Semarang Barat (ASB).

"Moya Group sebagai perusahaan induk PT ASB mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam konsorsium antara PT Aetra Air Jakarta dengan PT Medco Infrastruktur Indonesia untuk mengelola sistem penyediaan air minum [SPAM] di Semarang Barat," ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers, Rabu (12/12/2018).

Proyek ini merupakan salah satu Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) khususnya dalam bidang proyek infrastruktur khususnya di bidang pelayanan air bersih.

Penandatanganan yang dilakukan pada Jumat (23/11) lalu, tersebut melibatkan tiga Instansi yaitu PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, PT ASB dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

"Tujuan penandatangan tersebut adalah untuk menguatkan aspek legal yang mengikat selama masa konsesi," ujarnya.

Dalam implementasinya, PT ASB akan mulai beroperasi pada 2021 dengan kapasitas produksi 1.000 liter/detik. Selim optimistis pihaknya bakal menyelesaikan SPAM tersebut tepat waktu sesuai dengan jadwal yang diberikan pemerintah.

Melalui komitmen tersebut, PT ASB juga diharapkan mampu memberikan hasil optimal untuk membangun dan menyediakan air bersih di wilayah Indonesia. Penambahan jaringan perpipaan bagi masyarakat Semarang Barat secara otomatis akan menambah cakupan layanan (service coverage) PDAM Tirta Moedal.

"Proyek ini menggunakan skema kerja sama Bangun-Guna-Serah (Built-Operate-Transfer) dengan total investasi Rp 417 miliar dalam jangka waktu kerja sama selama 2 tahun untuk masa konstruksi dan 25 tahun masa operasi," terangnya.

Ia mengharapkan PT ASB dapat memenuhi kebutuhan akses air bersih yang berkualitas dan memiliki kontinuitas pasokan yang baik," jelasnya.

PT ASB ini merupakan project Public Private Partnership (PPP) MOYA Group yang kedua, setelah sebelumnya dilakukan juga di PT Aetra Air Tangerang ("Aetra Tangerang").


Program PPP ini saat ini semakin menjadi perhatian para pemangku kepentingan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia khususnya dalam penanganan Jaringan Air Minum melalui Jaringan Perpipaan.

Dengan skema PPP ini, pemerintah dapat membagi tugas penyelenggaraan infrastruktur dengan pihak swasta, sehingga Pemerintah diharapkan dapat lebih berkonsentrasi kepada tugas-tugas lainnya, demikian penjelasan Mohamad Selim lebih lanjut.

"Harapan kami dengan ditandatanganinya Proyek KPBU Semarang Barat tersebut, maka peran Swasta dalam bekerjasama dengan Pemerintah tetap diperlukan berlandaskan pada Peraturan Pemerintah yang berlaku yaitu PP 122/2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)," paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, M. Farhan mengatakan SPAM Semarang Barat bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan pasokan air bersih warga Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

"Keberadaan SPAM Semarang Barat dapat mencegah penurunan muka tanah (land subsidence) yang kondisinya saat ini sangat mengkhawatirkan," kata Farhan.


Wali Kota Semarang, Hendrar Pribadi mengatakan keberadaan SPAM Semarang Barat merupakan kabar gembira bagi warga Semarang, karena tidak lama lagi kota Semarang akan memiliki fasilitas publik untuk kehidupan yang lebih baik khususnya terkait pemenuhan kebutuhan air bersih.

"Selain itu, SPAM Semarang Barat ini juga sangat penting bagi kota Semarang, mengingat kebutuhan air bersih dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seiring kemajuan yang dialami oleh Kota Semarang," tuturnya. (alg/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com