Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 03 Jan 2019 15:45 WIB

Jalur Kereta Banjar-Pangandaran Amburadul

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Dok. KAI Foto: Dok. KAI
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebutkan jalur Banjar-Pangandaran telah dimatikan sejak tahun 1982. Hingga saat ini belum ada jalur kereta untuk menuju pangandaran.

Lantaran sudah lama tak digunakan, jalur kereta Banjar-Pangandaran mengalami aksi vandalisme atau perusakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari rel yang dijarah hingga jembatan yang rusak.

"Jalur KA Banjar-Pangandaran-Cijulang ditutup pemerintah tahun 1982 dan saat ini relnya sudah tidak ada lagi, termasuk jembatan rusak oleh vandalisme," jelas VP Public Relation PT KAI, Agus Komarudin kepada detikFinance, Kamis (3/1/2019).


Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan terdapat kerugian yang besar akibat vandalisme di jalur sepanjang 83 kilometer (km) tersebut. Namun ia tidak bisa memprediksi angka pasti dari kerugian itu.

"Untuk kerugian saya tidak bisa prediksi. Yang jelas, pastinya besar dan aksi itu sungguh tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Jalur KA yang menghubungkan Banjar-Pangandaran-Cijulang sendiri sudah ditutup sejak 1982. Alhasil, pemberhentian terakhir KA Jakarta-Pangandaran berada di Stasiun Banjar.


Pemerintah pernah mereaktivasi atau menghidupkan kembali jalur KA menuju Pangandaran. Namun, proyek reaktivasi tersebut hanya sampai Stasiun Banjarsari.

Kemudian, proyek tersebut juga terhenti di tengah jalan karena krisis moneter yang melanda Indonesia di tahun 1997.

Sementara itu, KAI sendiri telah meluncurkan layanan KA Jakarta-Pangandaran dengan rute Stasiun Gambir-Stasiun Banjar. Sedangkan sisa jarak tempuh Stasiun Banjar-Pangandaran baru bisa diakses menggunakan kendaraan pribadi. (das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed