Flyover Kemayoran Renggang, Aman Dilewati Nggak Ya?

Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 05 Jan 2019 09:03 WIB
Flyover Kemayoran Renggang, Aman Dilewati Nggak Ya?
Foto: Agung Pambudhy

Iwan menegaskan rusaknya expansion joint tidak berbahaya untuk dilalui namun tetap harus diperbaiki. Sebab permukaan yang tidak rata membuat jalanan tersebut tidak nyaman untuk dilalui.

"Flyover di Kemayoran itu perlu perbaikan. Meskipun itu sebenarnya sangat normal dan aman," ujarnya saat dihubungi detikFinance.

Expansion joint sendiri adalah ruang muai yang tersedia dari sambungan beton di jembatan maupun jalan layang. Biasanya bahan penyambung yang digunakan adalah karet.

"Nah itu kalau diperbaiki kalau karetnya diganti," tambahnya.

Iwan menambahkan, setelah karet penghubung diganti, biasanya dilapisi dengan aspal. Sehingga kondisi permukaan jalan antara beton bisa merata.

Menurut Iwan biaya perbaikan expansion joint tergantung dari lebar flyover tersebut. Menurutnya biasanya biaya perbaikan per meternya sekitar Rp 7 juta.

"Jadi kalau belum pernah diganti dari awal perlu perbaikan, tergantung panjangnya, bisa Rp 7 juta per meter," terangnya.

Flyover Kemayoran sendiri merupakan milik Dewan Pengendalian Pengawasan Pembangunan Kawasan Kemayoran (DP3KK) yang di bawah Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), sehingga kewenangannya berada di tangan Setneg.

"Itu jembatan lama, itu miliknya Setneg. Seingat saya flyover itu sudah ada dari 1990an. Mungkin sudah 20 tahun lebih," tambahnya.



(das/ara)