Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Jan 2019 20:18 WIB

Menteri PUPR Jelaskan soal Puluhan Ribu Kontraktor Gulung Tikar

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -
Jumlah kontraktor swasta nasional tergabung Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mengalami penyusutan tajam. Saat ini, jumlah anggota sekitar 35.000, padahal sebelumnya di kisaran 70.000-80.000 anggota.
Turunnya jumlah anggota karena banyaknya proyek pemerintah yang melalui skema penugasan. Proyek-proyek itu kebanyakan bernilai besar sehingga diambil oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menanggapi itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan porsi proyek yang bisa diambil oleh BUMN karya hanyalah yang memiliki nilai Rp 100 miliar ke atas.
"Gini kalau BUMN kan besar besar, kita ini punya 10-11.000 paket selama satu tahun, yang paket besar itu cuma 150-an, lainnya itu paket menengah dan kecil yang nggak pernah disentuh oleh BUMN," kata Basuki di Komplek Istana, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).
Penetapan nilai proyek, kata Basuki pun jauh dari aturan yang berlaku. Di mana, sesuai beleid yang ada BUMN hanya bisa menggarap proyek di atas Rp 50 miliar. Namun, para BUMN karya berkomitmen hanya menggarap proyek bernilai Rp 100 miliar.
"Kecuali yang kecil-kecil mau mati itu, seperti Istaka, karena mereka nggak punya ekuitas," tegas Basuki.
Basuki menceritakan, pernah mengundang ketua Gapensi untuk membicarakan mengenai hal serupa. Hasil pertemuan, kata Basuki, pihak Gapensi menyebutkan bahwa paket pekerjaan di PU tidak ada yang bermasalah.
"Saya kan sudah undang ketuanya Pak Andi sama Pak Erwin Aksa, dan ini bukan di PU, menurut dia ya, tapi konfirmasi lagi bener nggak Gapensi ngomong gitu, karena waktu saya undang beliau jelaskan, PU sudah oke," ungkap dia.


(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com