Tol Pemalang-Batang Retak, Menhub: Struktur Rusak Sedikit Hal Biasa

Ristu Hanafi - detikFinance
Minggu, 20 Jan 2019 21:15 WIB
Foto: Robby Bernardi/detikcom
Sleman - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi angkat bicara mengenai retaknya ruas Tol Pemalang-Batang KM 321. Menurut Budi, pemicu keretakan salah satunya karena struktur tanah yang labil.

"Karena memang struktur tanah di Jawa bagian utara itu agak labil," kata Budi kepada wartawan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Minggu (20/1/2019).

Budi menyebut keretakan itu bukan masalah besar. Dia membandingkan dengan panjangnya ruas jalan dalam proyek tol Trans-Jawa.


"Kalau namanya struktur ada fail sedikit itu jadi suatu hal biasa, kita justru beri toleransi dan kita akan menolong agar perbaikan cepat selesai," ujarnya.

"Pemicu bisa karena, contohnya pengamatan strukturnya tidak rata, ada tertentu yang ekstrem terjadi. Kita bayangin bangun 1.000 kilometer satu titik ada masalah biasa, seperti waktu di Solo ada sliding sedikit cepat kita selesaikan," lanjutnya.

Diketahui, ruas jalan Tol Pemalang-Batang KM 321 menuju Kabupaten Batang mengalami keretakan. Pondasi penahan ruas tol kanan-kirinya juga mengalami longsor.


PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), anak usaha PT Waskita Toll Road menyatakan kerusakan yang terjadi pada kemiringan/kelandaian (slope) jalan tol diakibatkan curah hujan yang tinggi dan membuat air meluap hingga menggerus jalan.

"Terjadinya gerusan pada slope jalan Tol diakibatkan karena gerusan air yang meluap dari saluran akibat intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir," jelas Pemalang Batang Toll Road dalam keterangan resminya, Sabtu (19/1/2019).

Retaknya jalan tol ini sendiri terjadi pada 16 Januari 2019 lalu. Keretakan terjadi di satu titik ruas jalan Tol Pemalang Batang tepatnya di KM 321 jalur A.

Pemalang Batang Toll Road masih melakukan perbaikan sementara untuk bisa mengamankan pengguna jalan tol dan warga yang tinggal di dekat tol.

"Perbaikan sementara telah dilakukan untuk mengamankan pengguna jalan Tol dan jalan warga Desa Kelangdepok akibat peristiwa tersebut," ujar Pemalang Batang Toll Road. (zlf/zlf)