Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Jan 2019 14:42 WIB

JK Kritik (lagi) LRT Jabodebek: Kenapa Semahal Itu?

Noval Dhwinuari Antony - detikFinance
Foto: Jusuf Kalla (Noval/detikcom) Foto: Jusuf Kalla (Noval/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali mengkritik pembangunan LRT Jabodebek yang menurutnya dibangun dengan biaya mahal. JK lalu mempertanyakan LRT yang dibangun di atas jalan tol.

"Saya minta maaf beberapa minggu lalu saya menyampaikan kenapa kita membikin LRT di atas jalan tol, kenapa semahal itu? Harus memahami, bahwa kenapa tetap harus membikin LRT di atas jalan tol, terus kenapa kita membikinnya elevated?," ujar JK di Hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

JK memberikan Keynote Speech pada acara Indonesia Development & Business Summit "New Construction Opportunity 2019."

JK melanjutkan, akibat pembangunan LRT di atas jalan tol maka tol tidak dapat diperlebar lagi. Selain itu, biaya pembangunan LRT di atas tol 10 kali lebih besar dari pembangunan LRT jika berada di bawah.

"Biayanya 10 kali lipat dibanding kalau di bawah. Ini rekomendasi Menhub bahwa kalau mau bikin bawah 10 kali lipat lebih murah," ujarnya.



Untuk itu JK meminta para insinyur dalam negeri bukan hanya sekedar membangun.

"Tapi manfaat dan studinya harus baik, memang seperti itu," ucapnya.

Menurut JK, pembangunan infrastruktur harus dilakukan dengan efisien. Pembangunan infrastruktur harus dilakukan dengan budaya masing-masing daerah. JK lalu menyoroti pembangunan jalan lingkar luar di beberapa daerah.

"Ring (jalan lingkar luar) daerah, kadang-kadang bupati, suatu kebanggaannya minta jalan tol. Padahal jalan tol itu yang bayar pemakai, rakyat tetap bayar," tuturnya.

"Tapi untuk daerah-daerah tertentu harus jalan tol, kayak Jawa. Ini untuk memberikan kita semua langkah-langkah yang, tanpa jalan tol di Jawa maka logistik akan mengalami masalah atau terjadi kelambatan. Memang ada hal-hal tertentu yang kita harus selesaikan secara bersama-sana," lanjutnya.

Infrastruktur dikatakan JK harus memperbaiki pergerakan orang dan memperbaiki kegiatan ekonomi. Indonesia termasuk negara di Asia yang agak terlambat dalam pembangunan infrastruktur.

"Walaupun dari sisi anggaran kita memang secara persentase menurun. Kalau zaman tahun 80-an, anggaran pembangunan 50 persen dr APBN, 55 persen malah. Sekarang 20 persen, lainnya bayar utang, pegawai internal. Tapi dalam jumlah lebih besar," imbuhnya.




Saksikan juga video 'Prabowo Kritik LRT Mahal, Menhub: Kita Lebih Murah':

[Gambas:Video 20detik]


JK Kritik (lagi) LRT Jabodebek: Kenapa Semahal Itu?



(nvl/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com