Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 24 Jan 2019 12:13 WIB

Ahok Bikin Jalur Layang TransJakarta Pertama di Jakarta

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
TransJakarta Koridor 13/Foto: Rengga Sancaya TransJakarta Koridor 13/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok meninggalkan sejumlah 'warisan' saat memimpin DKI Jakarta. Di bidang infrastruktur, selain Simpang Susun Semanggi yang ikonik, Ahok juga telah membangun jalur layang pertama yang dikhususkan untuk TransJakarta atau busway layang.

Dalam catatan detikFinance, busway layang pertama ini menghubungkan Ciledug-Blok M-Tendean. Pembangunan jalur layang tersebut dimulai pada 10 Maret 2015.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu Djarot Saiful Hidayat. Peresmian pembangunan dilakukan di Velbak, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan di mana pembangunan ditargetkan memakan waktu 2 tahun.

"Ini khusus untuk TransJakarta tidak akan ada mobil pribadi yang boleh masuk jalur," ujar Djarot saat peresmian.


Pembangunan jalan layang sepanjang 9,3 kilometer (km) ini menghabiskan dana Rp 2,5 triliun. Sebanyak delapan kontraktor memenangkan lelang mengerjakan titik-titik yang berbeda.

Kontraktor itu, di antaranya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang mengerjakan paket Tendean sepanjang 1.105 meter, paket Santa oleh PT Yasa Patria Perkasa sepanjang 1.059 meter, dan paket Trunojoyo oleh PT Anugerah Kridapradana dengan panjang jalan 1.206 meter.

Djarot meminta agar kontraktor bekerja cepat. Dia juga berharap, pembangunan bisa rampung lebih cepat.

"Targetnya, Desember 2016 kalau bisa lebih baik agar masyarakat bisa menikmati. Saya juga meminta semua pihak memantau pembangunan ini," kata Djarot.

Ahok sendiri memperkirakan jalan layang tersebut rampung di tahun 2017. Dia mengatakan, solusi mengatasi kemacetan bukan hanya penambahan jalan namun juga penambahan transportasi umum.

"Tahun 2017 bisa dipakai, untuk busway saja," kata Ahok di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2015).

Adanya jalan layang ini diharapkan dapat memberi kepastian waktu tempuh penumpang. Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Imam Adi Nugraha, mengatakan dari hasil simulasi yang dilakukan, bus TransJakarta membutuhkan waktu sekitar 25 menit untuk menyusuri jalan layang tersebut.

"Simulasi kita lancar dari ujung Ciledug sampai ke ujung Tendean. Dari ujung ke ujung sejauh 9,4 kilometer itu menghabiskan waktu hanya 25 menit," kata Imam kepada detikFinance Maret 2017.


Imam mengatakan, waktu selama 25 menit itu termasuk proses pemberhentian bus TransJakarta di 12 halte yang ada. Saat berhenti di halte, TransJakarta memakan waktu sekitar 15 hingga 20 detik di setiap pemberhentian.

"Itu 25 menit termasuk dengan berhenti di setiap halte. Berhenti di setiap halte kira-kira 15 sampai 20 detik," terang Imam.

Lebih lanjut, busway layang yang merupakan koridor 13 ini dibuka untuk masyarakat 13 Agustus 2017. Pengoperasian ini sekaligus sebagai bentuk uji penumpang. Busway layang baru benar-benar diresmikan pada 16 Agustuz 2017.

"Transjakarta akan melakukan uji coba dengan mengangkut pelanggan di koridor 13 pada 13 Agustus 2017," ujar Direktur Utama Transjakarta, Budi Kaliwono melalui keterangan tertulis. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com