Tol Atas Laut Kalimantan akan Dibangun dalam 3,5 Tahun

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 26 Jan 2019 18:51 WIB
Ilustrasi tol atas laut/Foto: Feel-planet.com/Istimewa
Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road memprakarsai pembangunan tol atas laut di Kalimantan. Tepatnya di Teluk Balikpapan yang membelah kota Balikpapan dan Penajam, keduanya di Kalimantan Timur (Kaltim)

Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan waktu pengerjaannya sendiri diperkirakan memakan waktu 3,5 tahun sejak proses pembangunan dimulai nanti. Dia memperkirakan pembangunan bisa dimulai medio tahun ini.

"(Pembangunannya butuh waktu) 3,5 tahun," katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (26/1/2019).


Pembangunannya sendiri menggunakan model struktur cable stayed bridge, yaitu struktur jembatan yang menggunakan sistem kabel. Kabel tersebut ditarik dari struktur jalur jalan ke tower tunggal untuk diikat dan ditegangkan.

Konstruksinya juga menggunakan sistem balanced cantilever. Dengan sistem itu, gelagar jembatan dapat dibangun tanpa adanya kontak dengan tanah sehingga memungkinkan dibangun di atas air.

"Metodenya cable stayed jembatannya, pendekatnya mungkin pakai balanced cantilever," sebutnya.


Lanjut dia, kesulitan dalam pembangunan tol atas laut tersebut adalah adanya palung laut sedalam 30 meter di Teluk Balikpapan.

"Perlu fondasi yang cukup dalam, karena di situ ada Palung Teluk Balikpapan dalamnya 30 meter kalau nggak salah. Nah kita harus di pinggir pinggirnya itu," jelasnya.


Dia menjelaskan, panjang cable stayed tersebut mencapai 500 meter. Sementara tinggi jalan tol dengan permukaan air mencapai 60 meter. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan agar kapal besar masih bisa melintas.

"Jadi di cable stayed-nya saja agak cukup karena bentangnya yang panjang jadi bebannya kan cukup berat. Jadi fondasinya harus kuat, harus dalam," tambahnya. (hns/hns)