Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 03 Feb 2019 17:35 WIB

Pengusaha Logistik Ingin Tarif Tol Lebih Terjangkau

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Sudirman Wamad Foto: Sudirman Wamad
Jakarta - Pengusaha logistik mengeluhkan tarif tol yang terlalu mahal untuk kendaraan logistik, salah satunya truk. Menurutnya, tarif yang terlalu besar mengurangi minat para pengemudi untuk lewat tol.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita mengingatkan pemerintah jangan abai untuk membuat ekosistem yang mendukung usaha logistik dalam membuat jalan tol. Menurutnya, selama ini pemerintah terlalu mengabaikan hal tersebut.

"Dephub (Kementerian Perhubungan) sepertinya selalu abai membangun ekosistem untuk bisa membuat jalan tol jadi opsi utama angkutan barang di Jawa. Kalau ekosistem tidak dibangun ya akan lambat perubahannya," kata Zaldy, waktu dihubungi detikFinance, Minggu (3/2/2019).




Zaldy meminta pemerintah untuk menyesuaikan tarif kendaraan logistik. Hal ini dilakukan supaya para pengemudi truk tertarik untuk lewat jalan tol.

"Cara membuat tarif tol harus diubah. Kalau memang tol ditujukan untuk angkutan barang ya tarif untuk truk harus lebih murah daripada mobil pribadi," ungkap Zaldy.

Zaldy mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah untuk mengatasi tarif yang tinggi ini. Namun, dia tidak berani berharap banyak kepada pemerintah.

"Sudah (komunikasi), sedang dikaji oleh Dephub. Tapi tidak terlalu menjanjikan karena memang Dephub tidak punya arah yg jelas dengan sistem transportasi nasional," kata Zaldy.


"Sistemnya ada tapi tdk jelas mana jalur prioritas untuk barang dan penumpang," tambahnya.

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed