Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Feb 2019 16:31 WIB

Tarif Tol Trans Jawa Disebut Mahal, Jasa Marga: Tapi Lebih Cepat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis Fuad Hasim Foto: Tim Infografis Fuad Hasim
Jakarta - Tarif tol Trans Jawa dinilai terlalu mahal. Hal ini disebut memberatkan pengusaha logistik. Karena itu tarif tol diminta untuk turun agar biaya truk yang melintas bisa menjadi lebih murah.

Vice Corporate Finance PT Jasa Marga Tbk, Eka Setya Adrianto menjelaskan tarif yang berlaku saat ini di tol Trans Jawa sudah ditentukan berdasarkan kesepakatan awal.

"Kita hitung tarif sudah berdasarkan tender," ujar Eka dalam acara sharing session di Menara BCA, Jakarta, Kamis (7/2/2019).




Eka mengungkapkan, jalan tol di Indonesia saat ini adalah alternatif atau pilihan bagi pengendara. Jika memang tarifnya dinilai terlalu mahal, maka pengendara dapat mengambil pilihan melalui jalan arteri atau non tol.

"Kalau merasa mahal, bisa lewat luar. Kalau merasa pas, lewat dalam," jelas dia.

Menurut Eka, tarif yang ditetapkan sudah sesuai dengan apa yang akan didapatkan. Misalnya, pengendara dapat memangkas waktu perjalanan menjadi lebih cepat.

"Ada waktu yang bisa dipangkas. Seharusnya secara productivity itu memang dia bayar tarif, tapi lebih cepat jadinya. Revenue yang didapatkan dua kali lipat dan bolak balik bisa lebih cepat, harusnya bisa diimbangi," jelas dia.




Menurut dia, hal tersebut bisa menciptakan keuntungan untuk pengusaha yang truknya melintasi tol Trans Jawa. (kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed