Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Feb 2019 21:05 WIB

Bappenas Jawab Kritikan BPN soal Tarif Tol RI Termahal se-ASEAN

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Sugeng Harianto Foto: Sugeng Harianto
Jakarta - Kubu Prabowo-Sandi mengkritik pembangun infrastruktur tol pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tol Jokowi tarifnya disebut termahal di ASEAN.

Menanggapi itu, CEO PINA dan Staf Khusus Menteri PPN, Eko Putro Adijayanto menerangkan, pembangunan tol yang dilakukan saat ini berbeda dengan pembangunan tol di tahun-tahun sebelumnya. Dia mengatakan, semakin lama harga tanah dan material mengalami peningkatan.

"Sehingga jelas membawa dampak harga, harga lahan jauh lebih mahal, cost meterial lebih mahal, tapi itu keniscayaan tidak bisa dihindari," katanya dalam diskusi bertajuk Pembangunan Infrastruktur di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dikebut hari ini ialah satu langkah yang sebelumnya tertunda.


"Kami sebagai anak buah tentunya harus cari cara kreatif sehingga apapun yang terjadi harus dicarikan sumber biaya yang variatif. Sehingga, kami melihatnya lebih karena suatu langkah yang tertunda sudah sangat lama akhirnya harus diambil sekarang better late than never," sambungnya.

Bicara mengenai investasi, dia juga menuturkan, pengembang dan bank berhitung mengenai kelayakan investasi dari tol. Penghitungan ini juga menimbang keuntungan dari pengembang.

"Tentunya yang terjadi adalah kalau bicara cost, ketika dia harus datang ke bank, mitra investasi tentu semua harus membuat proyek menjadi feasible dan ada itungannya. Ketika ada hitungannya nanti masing-masing ruas tol harus dihitung berapa fee-nya dan tarifnya yang dikenakan kepada end user. Sehingga perusahaan tersebut juga bisa mendapatkan keuntungan," ungkapnya.


Sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara mengatakan, tarif tol di Indonesia merupakan tarif tol termahal di Asia Tenggara. Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum 2005-2009 ini merinci, rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp 1.300 hingga Rp 1.500 per kilometer (km).

Sementara di negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp 778/km, Malaysia Rp 492/km, Thailand dalam kisaran Rp 440/km, Vietnam dalam kisaran Rp 1.200/km, dan Filipina Rp 1.050/km.

"Dengan merujuk fakta dan angka di atas, bukan hal yang aneh jika para pengguna jalan tol di Indonesia protes atas tarif tol yang mahal," ucap Suhendra. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com