Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 10 Feb 2019 08:06 WIB

Cerita Sopir Truk yang Girang Lewat Tol Trans Jawa

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Tim Infografis Fuad Hasim Foto: Tim Infografis Fuad Hasim
Jakarta - Desember 2018 kemarin, Presiden Joko Widodo meresmikan tersambungnya jalan tol dari Jakarta hingga Surabaya. Salah satu dampak dari hadirnya Tol Trans Jawa adalah terpangkasnya waktu perjalanan darat.

Tim detikFinance beberapa hari yang lalu menemui beberapa pengguna Tol Trans Jawa. Sebagian pengguna merasa terbantukan dengan adanya Tol Trans Jawa termasuk sopir truk yang belakangan diisukan ogah masuk tol.

Seperti misalnya Ahmad Ridwan. sopir truk colt diesel yang biasa membawa duku dari Jambi ke Surabaya itu mengaku sangat terbantukan dengan adanya tol Trans Jawa.

"Saya biasanya memang lewat tol dari Jambi mau ke Surabaya, langsung tol dari Merak," ujarnya kepada detikFinance.


Menurut Ridwan salah satu manfaat adanya Tol Trans Jawa baginya adalah bisa menghemat waktu perjalanannya. Menurut perhitungannya waktu tempuh Jambi menuju Surabaya melalui tol bisa dihemat 3-4 jam dibanding melalui jalur pantura.

"Lebih enak, badan enggak capek. Kalau pantura, macet, capek lampu merah. Belum lagi banyak sepeda motor," terangnya.

Dengan hematnya waktu perjalanan, dia juga mengaku bisa menghemat bahan bakar. Menurut perhitungan Ridwan setidaknya dia bisa hemat sekitar 80 liter solar.

"Dengan jarak tempuh selisih 3 jam bisa hemat solar 1 tangki, itu isinya sekitaran 80 liter. Bisa dihitung harga per liter berapa," terangnya.


Memang menurutnya, bagi sebagian sopir truk pengangkut barang tarif Tol Trans Jawa terasa mahal. Namun jika pemilik barang memberikan biaya alokasi khusus untuk tol, mereka akan lebih memilih jalur tol.

"Memang kalau dibilang mahal ya mahal. Tapi tergantung sama sopirnya sendiri dan pemilik barangnya. Kalau pedagang ini yang penting tepat waktu," tuturnya.

Meski begitu menurut Ridwan, kualitas dari Tol Trans Jawa masih perlu peningkatan. Dia mengeluhkan masih minimnya SPBU khususnya di ruas-ruas tol yang baru.

"Kondisi jalannya juga ya 75% bagus, tapi harus diperbaharui, masih banyak yang berlubang. Di Bekasi itu banyak lubangnya," ucapnya.

Tonton videonya di bawah ini.

[Gambas:Video 20detik]

(erd/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed