Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 17:44 WIB

Operator Sebut Tol Rusak oleh Faktor Alam, Bukan karena Dikebut

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengebut pembangunan Proyek Tol Jakarta Cikampek Layang. Meskipun pengerjaannya ngebut, Jasa Marga menjamin konstruksi tol layang ini bakal minim kerusakan.

Direktur Pengembangan Jasa Marga, Adrian Priyohutomo mengatakan salah satu kerusakan yang bisa terjadi karena faktor alam. Menurutnya, hal tersebut bisa diantisipasi dengan melakukan pekerjaan sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP).

"Kejadian yang terjadi merupakan kerusakan minor akibat faktor alam dan kondisi curah hujan yang tinggi bukan dikarenakan oleh pekerjaan yang dikebut. Penyelesaian jalan tol secara keseluruhan sendiri sudah dilakukan sesuai standar dan prosedur," ungkap Adrian waktu dihubungi detikFinance, Rabu (13/2/2019).


Lebih lanjut menurut Adrian, apabila ada kerusakan pihaknya akan dengan sigap untuk menangani hal tersebut. Lebih lanjut, pihaknya juga akan melakukan pemeliharaan secara rutin.

"Kerusakan minor juga terjadi pada ruas jalan tol yang sudah lama beroperasi apabila kondisi alam dan curah hujan yang tinggi dan hal tersebut dapat segera ditangani. Salah satunya dengan pemeliharaan rutin," ujar Adrian.


Sebelumnya, Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Layang atau Elevated ditargetkan beroperasi secara fungsional tiga bulan lagi, tepatnya pada akhir Mei.

Hal tersebut diharapkan bisa mendukung arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Adrian sendiri menerangkan, progres pembangunan tol ini telah mencapai 66%.

Risiko Pasti Ada

Menurut Pengamat Infrastruktur dari Masyarakat Infrastruktur Indonesia Harun al-rasyid Lubis mengingatkan bahwa potensi kesalahan konstruksi harus diperhatikan.

"Masalah kecelakaan dan kesalahan konstruksi ya pasti ada potensinya, udah pasti apalagi kalau dikebut. Mereka tinggal koreksi diri aja, bagaimana SOP dan K3 nya," ungkap Harun kepada detikFinance, Rabu (13/2/2019).

Selain itu Harun juga menyoroti jam kerja para pekerja proyek, menurutnya meskipun dikebut jam istirahat pekerja pun harus disesuaikan. Selain itu, pekerja pun harus disiplin dan terlatih.

"Kan kalau pekerja disiplin, terlatih, gak capek ya harusnya sih lancar aman aja. Ini juga kan bahaya udah dikebut pekerjanya overwork waktu berkerjanya," jelas Harun.

Harun mengimbau, dalam melakukan pembangunan proyek, jangan hanya melihat kecepatan dan hasilnya saja. Namun, banyak aspek yang juga mesti diperhatikan baik-baik.

"Bangun membangun ini bukan sekedar bangun yang gak punya, ataupun bangun lambat mau cepat. Tapi juga harus diliat keselamatannya, lingkungannya, penghematan energi dan sumber dayanya," kata Harun. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed