Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 18 Mar 2019 11:52 WIB

Aspal Mulus di Flores: Melintas Bukit Pinggir Laut Labuan Bajo

Danu Damarjati - detikFinance
Foto: Dikhy Sasra Foto: Dikhy Sasra
Labuan Bajo - Di antara bukit-bukit hijau Labuan Bajo, jalan beraspal mulus tergelar. Kendaraan-kendaraan melintas dengan latar belakang laut yang biru bersih.

Pemandangan bak lukisan alam itu terbentang di Waecicu, Labuan Bajo. Jalanan aspal yang melewati bukit Sylvia dan Amelia sudah mulai dilalui warga, baik menggunakan kendaraan mobil maupun roda dua, meski belum seramai seperti di tengah kota Labuan Bajo.

Jalan aspal ini adalah bagian dari Jalan Lintas Utara Flores, ruas Waecicu-Rangko sepanjang Rp 14 km. Orang-orang di sini biasa menyebutnya sebagai jalan Pantura (Pantai Utara) Flores.

"Jalan ini memang masih baru, baru bisa dilewati Desember 2018 kemarin," kata masyarakat setempat yang menemani tim detikFinance menjelajahi Labuan Bajo, Alexius Sander (Lexi), Minggu (24/2/2019).

Di sisi kanan dan kiri, tiang-tiang listrik tegak terpasang, ada yang sudah tersambung dengan kabel, ada pula tiang-tiang yang masih ditidurkan di tanah. Sisa pengerukan di tebing yang dibongkar untuk membuka jalan berwarna merah, menandakan pengerjaan jalan ini masih belum begitu lama dilakukan. Parit-parit cor semen juga dibangun di bawah tebing.


Topografi yang naik turun dan berkelok seolah menambah estetika lanskap di sini. Lexi yang bekerja di rental mobil menilai Jalan Pantura Flores cocok untuk pariwisata, karena pemandangan yang menarik ada di kanan kiri jalan berupa bukit dan laut. Meski

"Sebelum ada jalan ini, daerah ini berupa hutan-hutan," kata Lexi.

Jalan Pantura Flores di segmen Waecicu-RangkoJalan Pantura Flores di segmen Waecicu-Rangko Foto: Dikhy Sasra

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang, Muktar Napitupulu, menjelaskan pembangunan jalan Pantura Flores adalah bagian dari program khusus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Jalan aspal yang tergelar di Waecicu itu hanya sebagian dari keseluruhan jalan dari Labuan Bajo-Terang-Bari-Kendidi sepanjang 121 km.

"Segmen Waecicu-Rangko yang berada di jalur Pantura Flores tersebut sudah diaspal," kata Muktar, dihubungi terpisah oleh detikcom.


Saat ini jalan Pantura Flores masih belum seluruhnya teraspal seperti di segmen Waecicu-Rangko. Pembangunan dilakukan bertahap, pertama lewat pengerjaan grading operation, yakni membuka trase jalan. Tujuannya untuk membentuk, mengisi, dan memadatkan permukaan. Tahapan kedua adalah pengerasan jalan hingga pengaspalan.

"Tahun 2019, programnya pembangunan dengan grading operation sampai (kampung) Terang sepanjang 15 km," kata Muktar. "Untuk tahun ini kita lanjutkan grading operation dengan anggaran hampir Rp 50 miliar."

Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva. (dnu/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com