Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Mar 2019 11:45 WIB

Anies dan DPRD Belum Kompak soal Tarif MRT

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - DPRD DKI Jakarta telah menyetujui tarif MRT Jakarta sebesar Rp 8.500 dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Tarif tersebut bahkan bisa lebih murah lagi berdasarkan jarak tempuh yang digunakan penumpang.

Tarif yang disetujui ini berbeda dengan usulan dari Pemprov DKI Jakarta yang mengusulkan sebesar Rp 10.000 untuk rata-rata perjalanan (10 km). Sementara PT MRT Jakarta sendiri mengusulkan dua opsi, yakni Rp 8.500/10 km atau Rp 10.000/10 km.

Namun tarif yang telah disetujui oleh DPRD ini masih akan dibahas lagi dengan Gubernur DKI Jakarta. Padahal, semestinya tarif yang telah disetujui bisa langsung ditetapkan oleh Gubernur lewat Keputusan Gubernur.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku masih akan membahas soal tarif MRT Jakarta meski sudah diputuskan dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) DPRD. Anies berharap keputusan penetapan tarif MRT tidak dilatarbelakangi urusan Pemilu.

"Karena itu harga yang ditentukan hari ini akan menentukan harga puluhan tahun ke depan. Sekali ditetapkan maka dia akan menjadi rujukan untuk waktu yang sangat panjang. Karena itu jangan menentukan harga mikir 17 April (hari Pemilu 2019), jangan. Jangan menentukan harga mikir kepuasan hari ini," kata Anies di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya, Selasa (26/3/2019).

Anies meminta DPRD memikirkan keputusan jangka panjang. Sehingga, tidak perlu berlatar belakang pemilu. Anies mengaku akan bertemu dengan DPRD untuk membahas lagi soal tarif MRT Rp 8.500. Baginya, keputusan kemarin belum final.

"Kemarin memang dewan sudah bersidang dan kita terus membahasnya sampai nanti ditetapkan lewat Kepgub karena penetapannya melalui Kepgub, sekarang masih fase pembahasan," katanya.



Sebelumnya Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Saefullah mengatakan masih ada ruang yang harus dibicarakan mengenai tarif tersebut. Pembicaraan kata dia akan dilakukan lebih lanjut untuk mengambil keputusan bersama antara eksekutif dan legislatif.

"Kita ingin semua ini diputuskan dengan logika, dengan perhitungan yang cermat dan matang untuk kepentingan masyarakat pengguna transportasi masal ini untuk kurun waktu yang long term," katanya.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sendiri mengatakan penetapan tarif MRT Jakarta harus segera dilakukan. Dia bilang tarif akhirnya ditetapkan Rp 8.500 untuk mengajak masyarakat beralih dari kendaraan pribadinya menggunakan transportasi umum.

"Kita ingin tekan pengguna mobil lari ke MRT. Dan juga dijaga itu MRT nya," katanya Senin (25/3) kemarin.

Sehari sebelumnya, Prasetyo malah mengatakan tarif MRT yang akan ditetapkan pada Senin (25/3) kemarin akan berkisar di atas Rp 10.000 dan di bawah Rp 16.000. Namun kenyataannya yang disetujui dalam Rapimgab kembali berbeda.

"Senin Insyaallah harganya sudah ada. Harganya sudah ada, debatable-nya itu di atas Rp 10.000, di bawah Rp 16.000. Kali ini cocok nih," katanya saat ditemui usai acara peresmian MRT Jakarta di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3).

(eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com