Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 27 Mar 2019 14:20 WIB

Dipimpin Darmin, 11 Kementerian 'Keroyokan' Bangun Tanjung Selor

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Jakarta - Pemerintah ingin mendorong pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa. Salah satunya dengan membangun kota Tanjung Selor di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), kota ini direncanakan akan menjadi kota baru mandiri di provinsi termuda di Indonesia itu.

Untuk itu Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution akan memimpin 11 kementerian, dan Pemprov Kaltara untuk menggenjot pembangunan di kota Tanjung Selor. Kebijakan koordinasi tersebut tertuang dalam penandatangan Kesepakatan Rencana Aksi Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor.

Pembangunan ini merupakan bagian dari amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Dalam RPJMN pemerintah ingin membangun kota baru mandiri di 10 tempat, salah satunya Tanjung Selor.


Menurut Darmin, dibanding 9 kota lainnya, Tanjung Selor memiliki keunikan sendiri yaitu kota ini benar-benar akan dibangun dari nol. Pemprov Kaltara hingga kini baru saja melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan tersebut.

"Ini benar-benar dari nol masih banyak hutan ini baru dibuka, bukan kawasan hutan lindung ya, hutan produksi. Tapi yang lain itu bukan baru, yang lain-lain mungkin pendekatannya berbeda yah," kata Darmin di Kemenko Perekonomian.

Darmin menjelaskan ada beberapa langkah yang dijalankan untuk menggenjot pembangunan Tanjung Selor, misalnya merevisi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Bulungan sebagai landasan utama dalam pembangunan Kota.

"Lalu kita akan menyusun rencana pembangunan Tanjung Selor secara lebih terpadu, termasuk menyusun tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif. Kita juga mau mempersiapkan infrastruktur fisik dan Sumber Daya Manusia yang dapat mendukung berkembangnya Kota Tanjung Selor," tambah Darmin.


Yang terakhir, menyusun Action Plan/Rencana Kerja pembangunan Kota Mandiri Tanjung Selor dengan berkoordinasi dengan 11 kementerian, Pemprov Kaltara, dan Pemkab Bulungan.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menyambut baik pemerintah pusat turun tangan membantu pembangunan Tanjung Selor. Menurutnya Inpres merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

"Baru kali ini ada Inpres yang diterbitkan khusus untuk membangun sebuah kota yang lokasinya jauh, dan ada di luar Jawa. Jadi memang bukan lagi Jawa sentris, melainkan Indonesia sentris," tutur Irianto.

Potensi Tanjung Selor

Darmin mengatakan Tanjung Selor memiliki potensi ekonomi cukup besar karena didukung kawasan industri dan pelabuhan internasional.

"Tanjung Selor berada di provinsi strategis didukung dengan kawasan industri dan pelabuhan internasional Tanah Kuning. Itu berada di dekat kawasan perbatasan Indonesia dengan Malaysia, dan infrastruktur pendukung lainnya," kata Darmin

Selain itu Tanjung Selor memiliki potensi sebagai lokasi pengembangan pembangkit listrik.

"Sebenarnya daerah Kaltara itu banyak sekali potensinya. Di sana ada potensi besar sekali misalnya apa, pembangkit listrik besar itu yang mungkin nanti dalam jangka panjang harus di design lagi industrinya," kata Darmin.


Dipimpin Darmin, 11 Kementerian 'Keroyokan' Bangun Tanjung Selor
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed