Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 27 Mar 2019 17:48 WIB

Apa Kabar Rencana Reaktivasi Jalur Kereta Jabar?

Sudirman Wamad - detikFinance
Foto: Dirut PT KAI Edi Sukmoro/Sudirman Wamad Foto: Dirut PT KAI Edi Sukmoro/Sudirman Wamad
Cirebon - PT KAI bekerja sama dengan Pemprov Jabar untuk membuka kembali atau reaktivasi empat jalur kereta api di Jabar pada akhir tahun lalu. PT KAI pun tak menampik proses reaktivasi tidak lah mudah. Bagaimanakah perkembangannya?

Dirut PT KAI Edi Sukmoro mengaku proses reaktivasi empat jalur yakni Cibatu-Garut, Garut-Cikajang, Rancaekek-Tanjungsati, Banjar-Pangandaran dan Bandung-Ciwidey harus ditempuh secara perlahan.

"Kita jalankan perlahan-lahan, karena harus berjalan dengan baik," ucap Edi kepada awak media usai meresmikan Klinik Mediska di Stasiun Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jabar, Rabu (27/3/2019).


Edi mengatakan tak sedikit jalur yang akan dibuka kembali itu dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti berada di lahan pertanian, pemukiman dan lainnya. Sehingga, lanjut dia, perlu sosialisi yang aktif dengan masyarakat untuk kembali membuka jalur tersebut.

"Harus sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat. Sekarang progresnya beda-beda, ada yang sedang pemetaan, ada yang sedang menghitung, dan ada yang mulai memberikan kompensasi. Jadi progresnya beda-beda," kata Edi.


Seperti diberitakan sebelumnya, PT KAI telah menganggarkan sebesar Rp 4 triliun untuk membuka kembali jalur yang mati di Jabar. Namun, anggaran tersebut tidak menutup kemungkinan mengalami perubahan. Sebagai langkah awal, pembiayaan reaktivasi itu bersumber dari PT KAI. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com