Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 29 Mar 2019 11:28 WIB

Melihat Lagi Rencana China yang Mau Bangun Jalur Sutra

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: DENIS BALIBOUSE Foto: DENIS BALIBOUSE
Jakarta - China terus berupaya mendorong pertumbuhan perdagangan di negaranya. Salah satu caranya dengan menghidupkan Jalur Sutra melalui program One Belt One Road (OBOR).

Dari catatan detikFinance, program tersebut menawarkan kota di berbagai belahan dunia, khususnya yang menghubungkan Asia hingga Eropa untuk dibangun infrastruktur serta jaringan perdagangannya.

Pada 2017 lalu, Presiden China Xi Jinping menjanjikan kerja sama saling menguntungkan untuk negara-negara yang bersedia bergabung dalam OBOR.

Jalur Sutra Baru ini bisa melipatgandakan nilai perdagangan dengan multiplier effect berupa peningkatan penerimaan pajak sebesar US$ 1,1 miliar dan penambahan lapangan kerja lokal sebanyak 180.000 orang.

"China akan membangun kemitraan bisnis yang saling menguntungkan dengan negara-negara yang berpartisipasi dalam inisiatif Jalur Sutra Baru," kata Xi kala itu, seperti dikutip Jumat (29/3/2019).


Adapun, gagasan program ini didasari kegiatan perdagangan masa lampau China yang sukses. Saat itu, perdagangan China membentang sampai Eropa dan Afrika melalui jalur darat.

Pemerintah China sendiri siap menggelontorkan uang hingga Rp 1.649 triliun untuk mewujudkan program itu. Harapannya, dengan adanya program tersebut China dan negara di Jalur Sutera bisa saling memperoleh keuntungan.

Sementara itu, pemerintah China sendiri sudah pernah mengundang puluhan kepala dunia untuk bisa bergabung dalam proyek tersebut. China menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) OBOR di Beijing, China pada 14-15 Mei 2017 lalu.



Simak Juga 'Menelusuri Jalur Sutra di Xinjiang China':

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed