ADVERTISEMENT

Fakta Jalur LRT Cibubur-Cawang Sudah Tersambung

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Rabu, 03 Apr 2019 09:09 WIB
Fakta Jalur LRT Cibubur-Cawang Sudah Tersambung
Foto: Muhammad Ridho

Kereta yang akan digunakan LRT Jabodebek akan dirancang tanpa masinis. Dikutip dari infografis resmi LRT Jabodebek, kereta pabrikan INKA ini nantinya akan berjalan tanpa masinis mengusung sistem pengoperasian driverless.

Dengan sistem tersebut nantinya kereta yang digunakan LRT Jabodebek akan diatur perjalanannya secara otomatis. Mulai dari pergerakannya, kecepatannya, hingga waktu berhentinya.

Untuk buka tutup pintu saat berhenti di setiap stasiun, LRT akan dibuka lewat petugas tiap stasiun yang bertugas di ruang kontrol. Nantinya, kereta ini pun didesain bisa melaju dengan kecepatan maksimal 100 km/jam.

Lalu dalam mendukung digitalisasi yang dilakukan, kereta LRT nantinya akan menggunakan persinyalan yang canggih, moving block namanya. Dengan sinyal itu kereta dapat berhenti di stasiun 2-3 menit sekali.

Mengutip dari laman lrtjabodebek.com, secara teknis sinyal moving block merupakan sistem yang memblok zona di masing-masing kereta. Sistem ini akan berdampak pada jarak antar kereta, sehingga memperpendek jarak kereta yang tengah beroperasi.

Sistem ini berpengaruh pada headway atau frekuensi maupun jarak lalu lintas kereta yang ingin dicapai sehingga mempengaruhi kapasitas angkut dengan headway 2-3 menit. Sistem persinyalan moving block akan terhubung dengan sistem sinyal pusat dan sistem sinyal kereta. Sehingga sistem ini dapat lebih unggul dibandingkan dengan sistem fixed block.

Sistem ini memang cocok digunakan pada kereta dengan lajur khusus seperti LRT, yang dalam pengoperasiannya nanti membutuhkan intensitas yang tinggi. Saat ini di Indonesia yang menggunakan sistem moving block adalah LRT Jabodebek dan MRT Jakarta.



(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT