Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Apr 2019 18:56 WIB

Bandara Kertajati Sepi, BPN: Prabowo Tak akan Bangun Proyek Mubazir

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Trio Hamdani Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat sejak dioperasikan pada pertengahan tahun 2018 belum menunjukkan kenaikan keterisian (okupansi). Tercatat, rata-rata okupansi penerbangan hanya sekitar 30%.

Merespons hal ini, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Andre Rosiade mengatakan hal itu dikarenakan pembangunan yang belum maksimal. Seharusnya, kata Andre, saat dioperasikan akses menuju bandara sudah selesai dibangun.

Pasalnya, hingga saat ini pembangunan akses tol dari Bandung menuju Kertajati belum selesai.


"Belum maksimal pembangunan ini, harusnya terintegrasi. Jadi dari awal perencanaan harus cepat dibangun, bandara dibuka akses tolnya seharusnya sudah ada," kata dia saat dihubungi detikFinance, Kamis (4/4/2019).

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) lebih memerhatikan pembangunan infrastruktur agar tidak mubazir. Ia mencontohkan pembangunan Bandara Kulon Progo.

"Pemerintahan Pak Prabowo itu nggak mau membuat investasi triliunan jadi mubazir. Kita mengingatkan kalau Bandara Kulon Progo jangan sampai malas penumpang dan maskapainya pindah, harus ada daya tariknya," ungkap dia.


Maka dari itu, pihaknya mengaku akan mengelola Bandara Kertajati dengan baik. Contohnya dengan mempercepat pembangunan akses dari Bandung menuju Kertajati hingga membangun kereta bandara seperti yang berada di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

"Dipercepat bangun jalan tolnya. Sama kalau ada uangnya bangun kereta bandara seperti di Soetta dan Medan," tutup dia.

Untuk diketahui, Bandara Kertajati dibangun pada 2016 era Presiden Joko Widodo. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com