Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Apr 2019 11:50 WIB

Keluh Kesah 'Anker' Telat karena DDT: Bekasi ke Jatinegara 2 Jam

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
KRL/Foto: Grandyos Zafna KRL/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Hari ini merupakan operasi perdana jalur double-double track (DDT) pada segmen Jatinegara-Cakung. Pengoperasian perdana ini berimbas pada terganggunya jadwal Commuter Line atau KRL.

Banyak penumpang yang mengeluhkan keterlambatan KRL karena jadwalnya yang terganggu ini. Fahmi contohnya, seorang pegawai swasta ini mengeluhkan jadwal kereta yang terganggu, bahkan membuatnya harus terlambat masuk kerja.

"Saya dari Bekasi mau ke Stasiun Senen kerja di Salemba, parah nih saya telat harusnya masuk jam 9 saya, biasanya mah pas. Ini dari Bekasi sampai sini aja 2 jam, belum di Senen ini juga," ungkap Fahmi saat ditemui detikFinance di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/4/2019).


Fahmi pun sempat meminta keterangan telat yang disediakan oleh pihak stasiun lalu melaporkan keterlambatan masuk kerja ke kantornya. Namun, Fahmi tetap kesal atas keterlambatan keretanya, pasalnya dia jadi harus merogoh kocek lebih dalam karena harus menyambung ojek online (ojol) ke kantornya di Salemba.

"Biasanya tuh 30-45 menit saya sudah sampai di Senen, kesel sih ngaret kayak gini, keretanya berhenti melulu pas masuk Cakung kaya ada kali 15 menit sekali berhenti. Nggak kuat saya di kereta, ya udah saya turun aja dulu di sini," kata Fahmi.

"Jadi nambah aja ongkos saya kan jadinya, daripada makin lama saya mau naik ojol aja dari sini," tambahnya.

Kekesalan juga dikatakan oleh Sasa, ibu rumah tangga ini ingin membesuk saudaranya yang sakit di Kemayoran. Tadinya dia pikir naik kereta dari Bekasi bisa nyaman dan cepat, ternyata sebaliknya.

"Saya mau ke Kemayoran, dari jam 8 lho beli tiket saya, pas di stasiun (Bekasi) eh rame banget, kaget saya sampai saya lewatin 2 apa 3 kereta tuh. Pas dapat kereta malah desek-desekan nggak dapat tempat duduk, sampai sakit kaki saya," kata Sasa yang juga ditemui di Stasiun Jatinegara.

Sasa menuturkan kesal lantaran KRL tidak sesuai ekspektasinya. Karena tidak kuat berdesakan Sasa akhirnya turun di Stasiun Jatinegara untuk istirahat dan akan melanjutkan kereta ke Kemayoran.

"Dua jam apa ya di kereta, pada sakit kaki saya berdiri, padahal kirain saya cepat kan naik kereta tuh. Saya turun aja sini dulu mau istirahat, tau dah lanjutin apa nggak kalau kuat nanti saya terusin ke Kemayoran," ungkap Sasa.


"Ya Allah mau jenguk orang sakit aja mesti kayak gini," keluhnya.

Jadwal perjalanan KRL terganggu karena ada peralihan alias switch over jalur rel baru DDT. DDT sendiri nantinya akan memisahkan jalur rel kereta jarak jauh dengan rel KRL. Dengan begitu diharapkan perjalanan kereta akan efektif. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com