Waskita Tarik Utang Rp 4,2 T Tuntaskan Tol Cimanggis-Cibitung

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 25 Apr 2019 11:56 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), anak usaha PT Waskita Toll Road (WTR) mendapat pinjaman atau utang sebesar Rp 4,25 triliun untuk proyek Tol Cimanggis-Cibitung.

Pinjaman tersebut dituangkan dalam perjanjian kredit sindikasi yang dilakukan CCT dengan sejumlah perbankan pada Rabu 24 April 2019 kemarin.

Kredit Sindikasi yang diberikan ini merupakan Kredit Sindikasi Tahap 1. Sementara, kebutuhan total pendanaan sindikasi untuk pembangunan ruas jalan tol Cimanggis- Cibitung sebesar Rp 6,64 triliun.

Adapun, pihak yang ditunjuk menjadi Join Mandated Lead Arranger & Bookrunner (JMLAB) dalam sindikasi ini ialah PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Negara Indonesia Syariah dan PT Bank Rakyat Indonesia Syariah.

Kredit Sindikasi ini juga terbentuk bersama dengan Bank Jatim, Bank Nagari, Bank NTT, Bank BPD Bali, Bank Kaltimtara, Bank Panin Dubai Syariah, Bank Jateng, Bank Papua, Bank Kalsel, Bank Kaltimtara Syariah, Bank BJB Syariah, Bank Jatim Syariah, Bank Maluku Malut, Bank Kalsel Syariah, dan Bank Sumsel Babel Syariah.



Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan, penyelesaian proyek tol ini dapat berkontribusi tersambungnya sejumlah ruas tol sekitar.

"Penyelesaian proyek tol ini akan memberikan kontribusi dengan tersambungnya ruas Cinere -Jagorawi, ruas Jakarta-Bogor-Ciawi, ruas Jakarta-Cikampek, dan ruas Cibitung- Cilincing," ujar Herwidiakto dalam keterangannya, Kamis (25/4/2019).

Jalan tol ruas Cimanggis-Cibitung ini sendiri berjarak 26,334 km merupakan bagian dari ruas tol JORR 2 dan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (IPSN). Adapun progres proyek yang telah dikerjakan oleh CCT Seksi 1 mencapai 84,988% dan Seksi 2 mencapai 31,842%.

Proyek ruas tol CCT ini diharapkan dapat mengurai kemacetan di ruas tol JORR1. CCT dalam waktu dekat akan mengoperasikan ruas tol Seksi 1 yakni, Cimanggi-Jatikarya sedangkan pengoperasian seluruh ruas ditargetkan rampung pada tahun 2020.


(fdl/eds)