Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 28 Apr 2019 18:08 WIB

Cara Direktur Tunggal Kertajati Atasi Sepinya Bandara

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Sudirman Wamad Foto: Sudirman Wamad
Majalengka - Kondisi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) hingga saat ini masih sangat sepi. Bahkan karena hal itu, dalam seminggu penerbangan hanya ada satu kali

Merespons hal itu, Direktur Keuangan dan Umum BIJB Muhammad Singgih mengatakan ada berbagai upaya yang tengah pihaknya lakukan, pertama mendorong penerbangan umroh.

Singgih menjelaskan saat ini pihaknya telah memiliki panjang runway mencapai 3.000 meter. Dengan ukuran ini, penerbangan bisa langsung atau direct menuju lokasi tujuan.


"Jadi di 2019 kita sudah menyiapkan untuk bagaimana membuat ini bandara ramai, yang pertama kan dengan umrah. Umrah kan bisa jadi trigger tuh. Nah beberapa hari lalu tuh sudah bertemu dengan Asita (Asosisasi Perusahaan Perjalanan Indonesia). Kemudian dengan biro perjalanan umrah juga ketemu per Senin kemarin juga sudah terbit ke BIJB yang isinya komitmen dari Asita, asosiasi pariwisata untuk travel umrahnya," ungkap dia kepada detikFinance, baru-baru ini.

Kemudian, bertepatan dengan pelaksanaan Lebaran ia berencana menghidupkan kembali beberapa rute yang sempat ditutup. Harapannya dengan kembalinya rute tersebut akan meningkatkan minat dari penumpang.

"Kemudian ini menjelang Lebaran momen ini juga kita pakai untuk menghidupkan kembali rute. Nah nanti setelah rute itu terbit muncul kita mau akan pertahan. Sehingga nanti setelah Lebaran berlalu rute itu terus berlanjut apalagi setelah lebaran akan muncul musim libur jadi kita coba ini mumpung momen yang tepat akan kita cari," terangnya.

Selain itu, Singgih juga telah bekerjasama dengan transportasi antarmoda di daerah kawasan Jawa Barat. Dengan begitu, penumpang yang menggunakan Kertajati tak akan bingung lagi mengenai aksesnya.


Ia mengungkapkan pada Mei nanti akan ada 12 antarmoda yang berpartisipasi pada gagasan ini. Maka dari itu, Bandara Kertajati tak akan sepi lagi seperti saat ini.

Di luar itu juga keluhan pertama di 2018 itu pada waktu itu para pengguna soal multimoda mereka sudah turun di Kertajati tapi mau menjangkau daerah tuh pakai apa? Nah, itu karena tersedia moda transportasi baru 4, kemudian lintas kemudian Bhineka. Nah sekarang sudah per Mei kita sudah berhasil menuntaskan 12 multimoda. Jadi itu kan peningkatan luar biasa tiga kali lipat bahkan nanti dilanjutkan lagi sampai dengan kurang lebih 17," tutup dia. (das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com