Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Mei 2019 17:15 WIB

Daftar Proyek Anti Banjir dari Zaman Ahok sampai Anies

Vadhia Lidyana - detikFinance
1 Ahok Garap Proyek Anti Banjir
Halaman 2 dari 3
Foto: Niken Purnamasari

1. Normalisasi Sungai

Proyek anti banjir gagasan mantan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ini dilakukan pada Sungai Ciliwung dan Kali Krukut.

Normalisasi Ciliwung rampung pada tahun 2016. Hingga akhir kontrak, normalisasi Ciliwung mencapai 16 kilometer. Normalisasi dilakukan dengan penggusuran permukiman liar disekitar Sungai Ciliwung, yaitu kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. Penggusuran warga bantaran Sungai Ciliwung dilakukan terhadap 5.000 Kepala Keluarga (KK).

Warga bantaran Sunga Ciliwung tersebut kemudian direlokasi ke 2 rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Lokasi rusunawa tersebut terletak di Pasar Minggu dan bangunan bekas kantor Dinas PU di Jakarta Timur yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 545 miliar.

Normalisasi Kali Krukut dilakukan karena banjir parah yang melanda kawasan Kemang dan sekitarnya pada tahun 2016. Ahok melakukan normalisasi Kali Krukut dengan pembongkaran bangunan yang mengganggu aliran. Bangunan yang dibingkar adalah lahan parkir di Hotel Pop! Kemang.

2. Revitalisasi Waduk Pluit

Di era Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wagub DKI Jakarta, kawasan Pluit yang dulu dipenuhi bangunan-bangunan kumuh yang tak layak huni dirapikan untuk dibangun Waduk Pluit, serta areal taman lengkap dengan semua fasilitas pendukungnya.

Ribuan warga direlokasi ke beberapa rumah susun yang disediakan oleh Pemprov DKI, salah satunya Rusun Marunda dan Rusun Muara Baru. Kalau Jokowi merevitalisasi Waduk Pluit dan membuat taman, Ahok saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, menambahkan fasilitas alat-alat kesehatan.

Taman Waduk Pluit dilakukan untuk melengkapi revitalisasi Waduk Pluit yang dikembalikan lagi fungsinya. Taman Waduk Pluit berdiri di atas lahan 10 hektar, dan dilengkapi dengan beragam fasilitas, salah satunya adalah fasilitas gym.

3. Memaksimalkan Banjir Kanal Timur (BKT)

Langkah Ahok dalam memaksimalkan kinerja BKT untuk menghadang banjir dimulai dengan memaksimalkan kinerja pompa. Dengan melibatkan PLN, listrik untuk pompa BKT terus dialirkan agar pompa bisa terus bekerja.

Selain itu, inspeksi di tepi dan permukaan air BKT terus dilakukan. Penataan rumput dan tanaman juga dilakukan.

Di era Ahok, kebersihan BKT sangat diperhatikan hingga tak nampak sampah yang berserakan baik di tepi, maupun di permukaan air BKT.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com