Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 24 Mei 2019 14:50 WIB

Sejarah Diskon Tarif Tol buat Mudik

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Zaki Alfarabi Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Penerapan diskon tarif tol saat mudik tak pernah absen sejak dimulai pada tahun 2015 yang lalu. detikFinance mencatat penerapan diskon tarif tol saat mudik Lebaran telah berlangsung hingga lima kali termasuk tahun ini.

Awal penerapan diskon tarif tol saat mudik dilatarbelakangi oleh tujuan menarik minat pengguna mobil untuk melawati jalan tol. Hal ini seiring dengan digalakkannya pembangunan jalan tol yang semakin masif pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla.

Saat itu Presiden Jokowi meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menurunkan tarif tol jelang Lebaran. Semakin banyaknya mobil yang melewati tol diharapkan bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya non tol.

Namun besaran diskon tarif tol yang diterapkan saat mudik dari tahun ke tahun selalu berbeda-beda. Syarat dan ketentuannya juga kian kompleks.



Pada 2015, tarif seluruh jalan tol selama mudik Lebaran didiskon 25-35% dari tarif normal. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh tol yang dikelola swasta dan BUMN PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Rinciannya 25% untuk tarif tol yang dikelola swasta dan diskon 35% berlaku untuk tol-tol yang dikelola Jasa Marga.

Hal ini kemudian berlanjut pada Lebaran tahun 2016. Berbeda dengan 2016, Jasa Marga hanya memberikan diskon tarif tol sebesar 20% selama lebaran 2016. Namun diskon tersebut hanya berlaku untuk pengguna uang elektronik (e-money). Setidaknya ada 9 ruas tol Jasa Marga yang diberi diskon 20% saat mudik Lebaran tahun 2016.

Pemberian diskon tarif tol saat mudik Lebaran berlanjut di 2017. Pemberian diskon ini berlaku untuk transaksi yang menggunakan uang elektronik, sekaligus sebagai salah satu bentuk peningkatan penetrasi penggunaan non tunai di gerbang tol. Besarannya 20% dari operator Jasa Marga sebanyak 15 ruas tol dan 10% untuk 3 ruas tol operator yang lain.

Pada 2018, BUJT kembali memberikan diskon tarif tol saat mudik Lebaran mulai dari 10% hingga 28%. Jasa Marga memberi diskon lebih rendah lagi yakni sebesar 10% untuk ruas yang dikelola. Begitu pula dengan operator lainnya yang memberikan diskon dengan besaran serupa, kecuali Waskita Toll Road (10-28%).

Yang paling mutakhir, tahun 2019 program diskon tarif tol kembali dilakukan. Asosiasi Tol Indonesia (ATI) sepakat memberikan diskon tarif tol sebesar 15% untuk tiga hari arus mudik dan tiga hari arus balik yang sudah ditentukan.

(eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com