Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Mei 2019 18:56 WIB

Imbas Aksi 22 Mei, Penumpang MRT Sempat Turun 40.000 Orang

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Aksi 22 Mei yang sempat menimbulkan kericuhan di sejumlah titik di Jakarta memberikan pengaruh terhadap keterisian penumpang transportasi umum di Jakarta. Salah satunya adalah angka ridership MRT Jakarta yang juga sempat menutup sejumlah stasiun bawah tanahnya pada tanggal 22 Mei 2019 lalu.

"Dampak 22-23 Mei, penumpang kita turun sekitar 40 ribu," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam paparannya di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Dari data MRT disebutkan jumlah penumpang MRT turun dari 21 Mei di angka 77.374 ke angka 40 ribuan dan 30 ribuan di tanggal 22 Mei dan 23 Mei 2019.


Sebelum tanggal tersebut, per 13-17 Mei 2019 (setelah program diskon tarif selesai), angka penumpang MRT Jakarta mencapai 81.388 orang/hari. Pasca pemberlakuan tarif normal, jumlah penumpang di akhir pekan juga berkurang. Hal ini menandai berakhirnya era penumpang turis.

Namun William mengatakan jumlah penumpang MRT setelah tarif normal stabil di angka 80 ribuan. Dia bilang jumlah tersebut adalah angka penumpang loyal yang sehari-hari menggunakan Ratangga.

"Pengaruh tarif 50% hampir tak ada pengaruh terhadap jumlah penumpang yang naik MRT," kata William.

(eds/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com