Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 07 Jun 2019 10:00 WIB

Mudik Lancar, Pengusaha Minta Jokowi Tak Kendor Bangun Infrastruktur

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. Antara Foto Foto: Dok. Antara Foto
Jakarta - Pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) menilai pembangunan infrastruktur semakin penting dikebut ke depan. Gapensi menilai mudik Lebaran tahun ini merupakan yang terlancar.

"Jakarta ke Surabaya, sekarang bisa ditempuh di bawah 10 jam. Jakarta ke Situbondo bahkan ditempuh hanya 14 jam. Padahal dulunya bisa 20 jam. Begitu juga dengan Jakarta Palembang. Sebab ruas tol terpanjang Bakauheni-Palembang, Jakarta-Palembang ditempuh hanya 8 jam," ujar Sekjen Gapensi H.Andi Rukman Karumpa dalam keterangan tertulis, Jumat (7/6/2019).

Andi mengatakan, perbaikan infrastruktur tak hanya membuat mudik menjadi lancar, namun juga berdampak pada penurunan secara drastis angka kecelakaan lalu lintas darat. Dia menjelaskan menjelang Lebaran, angka kecelakaan tercatat mengalami penurunan sampai 80% dibanding tahun lalu. Sementara jumlah korban meninggal turun 50%.


Sebab itu, Andi meminta Jokowi kembali mengebut pembangunan infrastruktur. "Kita minta beliau jangan kendor. Kebut lagi. Infrastruktur merupakan kebutuhan masa depan bangsa. Daya saing bangsa ditentukan oleh infrastruktur. Walaupun dalam periode berikut beliau akan fokus ke SDM (Sumber Daya Manusia)," ujar Andi.

Mengutip rilis lembaga riset berbasis di Swiss, IMD World Competitiveness Center, dunia luar sudah mulai mengakui perkembangan dan kemajuan infrastruktur Indonesia. "Daya saing Indonesia 2019 melesat 11 peringkat ke atas tahun ini. Indonesia kini bertengger di urutan ke-32. Sebelumnya, tahun 2018 berada di peringkat ke-43. Ini adalah lompatan daya saing tertinggi sejak republik ini berdiri," ucap dia.

Sebagaimana diketahui, laju peringkat daya saing Indonesia merupakan yang tertinggi kedua dunia. Melesat 11 peringkat, Indonesia hanya terkalahkan oleh Arab Saudi, naik 13 tingkat. "Daya saing Indonesia sekarang bersaing ketat dengan dua negara maju Prancis dan Jepang," tutur Andi.

(das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed