Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 13 Jun 2019 12:34 WIB

Proyeknya Disebut Gagal, Ini Tanggapan Dirut LRT Jakarta

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menganggap proyek kereta lintas rel terpadu (LRT) Jakarta adalah proyek gagal karena belum beroperasi secara penuh. Taufik juga meminta Pemprov DKI Jakarta melaporkan proyek LRT ke KPK untuk menyelidiki penggunaan anggarannya.

Lantas, apa kata PT LRT Jakarta proyeknya disebut gagal?

"Dari kami sih mungkin bisa melihat respon dari masyarakat ya. Masyarakat yang sudah coba, responnya seperti apa. Pelayanannya kita, staf pelayanannya apakah ramah. Kalau lihat di Instagram rata-rata feedback-nya seperti itu, bisa lihat di Instagram story-nya. Apakah kita sopan, apakah toiletnya bersih, sejuk. Terus di Stasiun Velodrome bisa dilihat juga bahwa strukturnya itu sudah disiapkan untuk perpanjang koridor. Ini semua kan berproses ya," kata Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono kepada detikFinance, Kamis (13/6/2019).

Lalu, ia juga menanggapi pendapat Taufik yang meminta Pemprov DKI Jakarta melaporkan proyek LRT ke KPK untuk menyelidiki penggunaan anggarannya. Menurutnya, apabila PT LRT Jakarta tak menjalankan tugasnya, pelayanan saat ini yang telah diberikan tak akan bisa dirasakan masyarakat.

"Pagi, siang, malam ini kami siapkan. Jadi boleh dilihat di stasiun, di kereta, di depo, banyak yang kami lakukan. Karena warga kan bisa merasakan ya. Karena kalau kami nggak menyiapkan sesuatu tentu pelayanannya tidak akan seperti sekarang di lapangan," lanjutnya.


Sebelumnya, M Taufik mengkritik perizinan operasi LRT Jakarta yang tak kunjung keluar. Menurutnya, hal tersebut janggal dan perlu diperiksa KPK karena anggaran yang telah dikeluarkan untuk LRT cukup besar.

"Saya menyarankan kepada Pemprov DKI atau TGUPP (Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan) laporin lah ke KPK bahwa ini proyek gagal," kata Taufik di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Taufik juga heran belum turunnya izin operasional dari LRT. Dia menganggap proyek LRT tersebut harus segera dilaporkan untuk mengetahui penggunaan anggaran yang sangat besar dalam pembangunannya.

"Kenapa izin operasi belum dikeluarin. Jangan-jangan Amdalnya juga belum jadi. Kan proyek gagal nih, kalau proyek gagal masih didiemin? Mesti dilaporin lah. Paling efektif, paling baik, paling bijak adalah dilaporkan. Ini uang Rp 5,8 triliun," sebut Taufik.

Taufik mengatakan ada tiga kegagalan dalam pembangunan proyek LRT. Dia menilai LRT gagal selesai dalam waktu hingga persoalan anggaran.

"Pertama itu gagal waktu. Kedua gagal fungsi. Ketiga gagal efisien anggaran," jelas Taufik.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com