Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 22 Jun 2019 10:21 WIB

Runtuh Diterjang Tsunami, Jembatan Kuning Palu Dibangun Lagi

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Dok. PUPR Foto: Dok. PUPR
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun kembali (rekonstruksi) Jembatan Kuning atau Jembatan Palu IV, Sulawesi Tengah. Jembatan yang menjadi ikon kota Palu sebelumnya dibangun tahun 2006 oleh Pemerintah Kota Palu, hancur pada saat terjadi bencana gempa dan tsunami pada September 2018 lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan kembali jembatan yang membentang di atas Teluk Talise diharapkan meningkatkan konektivitas jalan nasional dan membantu percepatan pemulihan Kota Palu.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, rekonstruksi Jembatan Palu IV mendapatkan bantuan dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Coorporation Agency (JICA) yakni berupa dana hibah senilai Rp 2,5 miliar yen atau sekitar Rp 325 miliar.

Penandatanganan Perjanjian Hibah antara Kementerian PUPR dan JICA dilakukan oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto dan Kepala Kantor Perwakilan JICA Indonesia Shinichi Yamanaka, Jumat (21/6/2019).


Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Ditjen Bina Marga Rachman Arief Dienaputra dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu Sulawesi Tengah A. Satriyo Utomo.

"Bencana gempa dan tsunami telah mengakibatkan hancurnya sejumlah fasilitas dan infrastruktur publik, termasuk jalan dan jembatan. Untuk itu, rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Palu, Sigi, Donggala dan sekitarnya sangat krusial untuk memulihkan keadaan," ujar Sugiyartanto dalam keterangannya, Sabtu (22/6/2019).

Kepala BPJN XIV Palu Sulawesi Tengah A. Satriyo Utomo mengatakan, saat ini rekonstruksi Jembatan Palu IV masih dalam tahapan persiapan lelang dan finalisasi desain jembatan.

"Panjang bentangnya direncanakan 250 meter, namun kita masih mendiskusikan apakah tipe jembatan cable stayed atau suspension bridge. Untuk lokasi, direncanakan tidak jauh dari lokasi Jembatan Palu IV sebelumnya," kata Satriyo.

Satriyo berharap dengan kembali dibangunnya jembatan tersebut akan turut menjadi simbol kebangkitan dan optimisme masyarakat Palu pasca bencana. Ditargetkan paling lambat rekonstruksi Jembatan Palu IV dapat diselesaikan pada tahun 2022.

(fdl/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed