Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 24 Jun 2019 17:00 WIB

BUMN Dicoret dari Daftar Calon Operator Pelabuhan Patimban

Hendra Kusuma - detikFinance
Proyek Pelabuhan Patimban/Foto: Trio Hamdani Proyek Pelabuhan Patimban/Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa operator Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat murni swasta. Maka gerbang BUMN untuk menjadi operator tertutup rapat.

"Patimban sudah, saya kira nggak ada masalah, jadi Patimban yang jelas itu swasta murni, tidak mau lagi ada Pelindo atau BUMN," kata Luhut di Komplek Istana, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019).

Luhut mengatakan, perusahaan swasta murni yang akan menjadi operator Pelabuhan Patimban merupakan perusahaan Indonesia dan Jepang. Alasannya, kata Luhut, agar dapat bersaing dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Ya biar ada bersaing nanti antara Priok dengan Patimban. Biar ketahuan mana yang nggak efisien," jelas dia.


Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan dirinya sudah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai progres pembangunannya.

Menurut Budi, pengerjaan pembangunan Pelabuhan Patimban dilakukan secara tiga tahap hingga tahun 2027. Di mana, tahap pertama rampung akhir 2020.

"Patimban kita bangun. Soft opening-nya akan dilakukan Mei 2020. Itu car terminal dulu. Terus nanti kalau setelah itu nanti ada kargonya akhir 2020 tahap I," kata Budi.

Setelah itu, kata Budi Karya, pengerjaan tahap II mengenai pengembangan kapasitas dari 3,5 juta TEUs di tahun 2023. Hingga tahun 2027 bertambah menjadi 7,5 juta TEUs dan menjadi tahap III.


Mengenai pengelolaannya, Mantan Bos AP II ini mengaku akan menentukan lewat tender. Hingga saat ini, ada sekitar 10 perusahaan swasta yang menyatakan minat terhadap Pelabuhan Patimban.

Adapun, syarat yang akan diprioritaskan oleh pemerintah adalah pengalaman menjadi operator pelabuhan. Bahkan, dirinya pun tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya operator merupakan perusahaan kolaborasi antara Indonesia dengan Jepang.

"Jadi pemerintah menyerahkan siapa yang paling bagus proposalnya baik pengelolaan maupun income-nya pada kita, ya itu yang kita pilih. Tentu experience jadi syarat utama," ungkap dia.



BUMN Dicoret dari Daftar Calon Operator Pelabuhan Patimban
(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com