Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Jun 2019 08:22 WIB

RI Mau Cari Pendanaan Proyek Infrastruktur di Paris

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Indonesia menggalakkan pembangunan infrastruktur berbagai sektor, baik jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, hingga bendungan. Pembangunan berbagai sarana infrastruktur tersebut untuk memperlancar pergerakan arus barang, jasa dan manusia sehingga aktivitas pemerintahan dan ekonomi dapat bekerja secara efisien, memiliki daya saing secara internasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan.

Berbagai pembangunan infrastruktur tersebut memperbaiki konektivitas antar daerah. Meski demikian, berbagai target pembangunan infrastruktur masih ada yang belum dapat direalisasikan, antara lain karena terkait pembebasan lahan, atau keterbatasan pendanaan.

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah pendanaan ini adalah dengan membuka kesempatan untuk kerja sama dan investasi asing, apalagi Indonesia memiliki rating investasi dan indeks daya saing yang baik dan terpercaya.


Hal inilah yang menjadi dasar penyelenggaraan Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF 2019) di Paris, yang direncanakan berlangsung pada Kamis, 4 Juli 2019. Acara ini diselenggarakan oleh KBRI Paris bekerja sama dengan MEDEF, atau Le Mouvement des entreprises de France, sebuah perkumpulan para pemilik perusahaan di Prancis. Tercatat sebagai pembicara utama dalam IIIF 2019 adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Sementara itu Dubes RI untuk Paris, Arrmanatha C. Nasir akan membuka forum ini, sedangkan Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis, Bruno Le Maire, dijadwalkan memberikan sambutan mewakili Pemerintah Prancis.

Hingga kini, sekitar 80 pengusaha dari berbagai perusahaan ternama Prancis telah menyampaikan konfirmasi untuk ikut, di antaranya Engie (energi), BNP Paribas (perbankan), Credit Agricole (investment bank), Michelin (manufaktur, perkebunan, keuangan), Louis Dreyfus Group (maritime, logistik), Societe Generale (perbankan, jasa keuangan), SNCF (kereta api), Airliquide (manufaktur), dan Total Eren (energi terbarukan).

IIIF 2019 dimaksudkan untuk mempromosikan berbagai potensi investasi di Indonesia, terutama untuk sektor energi, lingkungan, transportasi dan pariwisata.

"Kami harapkan agar IIIF dapat memberikan hasil riil yang positif, yaitu investasi Prancis, untuk mendukung mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia," ungkap Rudjimin, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Paris dalam keterangannya, Selasa (25/6/2019).


Data Bappenas menunjukkan bahwa sampai akhir tahun 2019, total kebutuhan investasi untuk infrastruktur di Indonesia mencapai sekitar US$ 392,2 miliar. Dari total ini, APBN hanya mampu menyediakan sekitar 41,3%, sementara itu BUMN diharapkan dapat menyediakan sekitar 22,2% atau sekitar US$ 79,9 miliar dan swasta sekitar 36,5% atau US$ 131,1 miliar. Untuk mengatasi keterbatasan anggaran ini, maka diperlukan upaya untuk menarik investasi swasta, baik nasional maupun asing.

IIIF 2019 akan menghadirkan sejumlah pembicara dari Kementerian/Lembaga dan BUMN dari Tanah Air, seperti dari Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, Kemenpar, PT Pelabuhan Indonesia, PT Angkasa Pura, Jasa Marga, Sarana Multi Infrastruktur. KBRI Paris juga akan memanfaatkan acara ini sebagai sarana promosi gastronomi dan pariwisata Indonesia.



RI Mau Cari Pendanaan Proyek Infrastruktur di Paris
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com