Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Jun 2019 15:22 WIB

700 KK Kena Dampak Reaktivasi Rel Rangkasbitung-Pandeglang

Bahtiar Rifa'i - detikFinance
Ilustrasi reaktivasi. Foto: Pool Ilustrasi reaktivasi. Foto: Pool
Serang - Tim survei untuk reaktivasi rel kereta api Rangkasbitung-Pandeglang mencatat terdapat 700 kepala keluarga (KK) yang terdampak pembangunan. Jumlah itu merupakan survei yang dilakukan sejak Januari 2019.

Kepala Biro Bina Infrastruktur dan SDA Pemprov Banten Nana Suryana mengatakan, 700 KK itu yang akan direlokasi sepanjang reaktivasi segmen 1 dari Rangkasbitung-Pandeglang. Segmen ini rencananya selesai pada tahun 2019-2021.

"Data awal 700 KK kurang lebih, ini memanjang sepanjang jalur rel kereta api," kata Nana saat ditemui wartawan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, Rabu (26/6/2019).

Selain pemukiman, survei juga katanya memetakan bangunan umum yang terdampak seperti masjid dan sekolah.


"Ada sekolah (terdampak) tapi tidak langsung membelah bagian dari sekolah itu tapi bagian bangunan lain," ujarnya.

Pihak Pemprov, lanjutnya tidak bertanggung jawab untuk anggaran pemberian kompensasi rumah yang terdampak reaktivasi rel. Tapi, akan disiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk hitung-hitungan kompensasi warga yang terdampak.

"Anggaran PT KAI dan Perhubungan. Jadi kita (Pemprov) menghitung untuk kompensasi apa saja, kita sampaikan nanti kan ditetapkan gubernur," paparnya.

Segmen reaktivasi rel Rangkasbitung-Pandeglang memiliki panjang sekitar 18 kilometer. Sedangkan segmen 2 dari Pandeglang-Labuan memiliki panjang 37 kilometer.

(bri/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com