Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 17 Jul 2019 16:16 WIB

Ada Teknologi yang Bisa Ngebut Proyek Konstruksi di Bawah Tanah

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Pameran Teknologi Konstruksi di JIExpo, (Vadhia Lidyana/detikFinance) Foto: Pameran Teknologi Konstruksi di JIExpo, (Vadhia Lidyana/detikFinance)
Jakarta - Proses kontruksi untuk proyek-proyek bawah tanah dapat memakan waktu lama karena harus melakukan galian. Namun, dengan teknologi trenchless atau pembangunan tanpa galian bisa mempercepat konstruksi bawah tanah.

Salah satu caranya dengan menggunakan alat Horizontal Directional Drill (HDD) dari PT Vermeer Indonesia.

"Ini teknologi HDD (horizontal directional drill) jadi untuk trenchless-trenchless. Trenchless itu kan kita artikan mengurangi penggalian, jadi ini tanpa trenching," tutur Trainer PT Vermeer Indonesia Robert Sinaga dalam pameran Trenchless Asia 2019, di Jiexpo, Jakarta, Rabu (17/7/2019).


Robert mengatakan, dengan HDD ini proyek konstruksi bawah tanah di daerah perkotaan tak perlu lagi mengungsikan penduduk atau membebaskan lahan.

"Kalau trenchless di daerah perkotaan itu tidak perlu kita ungsikan penduduknya, tidak perlu pembebasan lahan. Dengan metode ini penduduk tetap di rumah, pengerjaannya di bawah rumahnya," kata Robert.

Selain itu, ia mengatakan, dengan teknologi HDD ini hanya memakan waktu pengerjaan 50% dari total waktu pengerjaan yang menggunakan teknologi open trench atau galian.

"Kalau pengerjaan bisa hanya 50% waktu dari open trench. Kita pasti bisa mempercepat. Karena tingkat kesulitan dalam penginstalan alat itu di daerah-daerah crowded jadi rintangan orang untuk menyelesaikan projeknya," kata Robert.

Pasalnya, sistem bor yang diterapkan HDD ini menggunakan sistem horizontal bor dan juga directional bor.

"Kita HDD (horizontal directional drill). Jadi bisa horizontal, bisa directional. Directional artinya ada sudut, berarti mendekati lingkaran. Pengeboran yang secara directional," jelas dia.


Proyek-proyek yang bisa dikerjakan HDD yaitu proyek bawah tanah. Contohnya adalah pemasangan kabel optik, kabel listrik pipa air, pipa gas dan minyak, dan sebagainya.

"Proyek yang bisa dibangun dengan ini adalah proyek-proyek underground. Utilitas underground. Contoh telekomonukasi (kabel optik), pipa air, kabel listrik, pipa gas, pipa minyak, dan lain-lain," terang Robert.

Di Indonesia sendiri, ia mengatakan sudah ada beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menggunakan HDD ini.

"Kita sudah banyak di sini, dari Sabang sampai Merauke kita sudah jelajah semuanya. Kita ini distributor, bukan kotraktor. Rata-rata BUMN yang pakai produk kita seperti Pertamina, PLN, mereka beli," tandasnya.

Simak Video "Menurut Putri Tanjung, Teknologi Indonesia Bisa Kejar San Francisco"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com