Bos Maspion Lapor ke Jokowi Mau Bangun Terminal Peti Kemas Rp 16,8 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 24 Jul 2019 17:33 WIB
Foto: Pradita Utama
Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia Maspion sepakat dengan Dubai Port World Asia mengembangkan terminal peti kemas dan kawasan industri di Jawa Timur. Kesepakatan itu terjadi pada saat pertemuan Presiden Jokowi dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Direktur Utama Maspion Group Alim Markus mengatakan, nilai investasi proyek pengembangan itu mencapai US$ 1,2 miliar setara Rp 16,8 triliun (kurs: Rp 14.000/dolar AS).

"Kita invest US$ 1,2 miliar," kata Alim di komplek Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (24/7/2019).


Alim menyebut, investasi sebesar US$ 1,2 miliar nantinya akan mengembangkan pelabuhan peti kemas mencapai 3 juta TEUs.

"1,2 miliar dolar untuk pelabuhan kontainer di Gresik di Industrial Estate kita," jelas dia.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, total investasi US$ 1,2 miliar akan dilakukan secara bersamaan oleh Maspion dan Dubai Port.


Porsinya, kata Budi sebesar 51% berbanding 49%. Di mana, sebesar 51% akan dipenuhi oleh Maspion dan sisanya 49% akan dipenuhi oleh Dubai Port.

"Joint company 51:49, 51 kita, 49 sana. Ya tentunya Maspion sudah ada port," kata Budi.

Mengenai pembangunannya, lanjut Budi, akan dilakukan beberapa tahap dan baru akan dimulai pembangunan konstruksi pada tahun 2021.

"Mulai konstruksi. Saya lagi mau minta mereka sudah mulai lebih awal, jadi dengan fasilitas yang ada dia jalan dulu. Kan sekarang sudah ada dermaga," ungkap Budi.

Investasi antara Maspion dengan Dubai Port termasuk dari investasi yang disepakati dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Dari 12 kerja sama yang disepakati, tiga diantaranya bernilai US$ 9,7 miliar atau setara Rp 136 triliun. Adapun, sebanyak tiga proyek tersebut adalah antara PT Pertamina dengan Adnoc dalam hal pengembangan RDMP Balikpapan integrated supply chain. Kedua, PT Chandra Asri dengan Mubadala mengenai proyek nafta cracker dan petrochemical complex. Ketiga antara PT Maspion Indonesia dengan Dubai Port World Asia mengenai pengembangan terminal peti kemas dan kawasan industri di Jawa Timur.

Simak Video "7 Kontainer Terbakar di Surabaya, Isinya Ludes Dilahap Api "
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)