Empat proyek tersebut yaitu terminal tipe A, dermaga, jembatan timbang, dan balai pengujian laik jalan dan sertifikasi kendaraan bermotor (BPLJSKB).
"Proyek yang kami tawarkan kepada investor swasta itu terminal, dermaga, balai pengujian, dan jembatan timbang, jadi ada empat ya," tutur Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi usai menghadiri investor gathering di Merlynn Pak Hotel, Jakarta, Rabu (31/7/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 20 Terminal Kumuh Mau Ditawarkan ke Swasta |
Untuk terminal tipe A sendiri, ada 20 terminal tipe A di seluruh Indonesia yang diprioritaskan akan dilelang kepada investor swasta.
Kemudian, untuk jembatan timbang ada 73 proyek yang akan ditawarkan kepada swasta. Pasalnya, 73 jembatan tersebut kinerjanya belum maksimal. Sehingga, masih banyak kendaraan kelebihan muatan yang beroperasi di jalan.
"Berikutnya adalah jembatan timbang. Ada sekitar 73 jembatan timbang yang berpotensi untuk dikembangkan. Kinerja jembatan timbang memang belum maksimal. Masih banyak kendaraan-kendaraan over loading dan over dimensi masih banyak di jalan. Kerja sama pihak swasta agar pendampingan jembatan timbang kami dapat terjamin sesuai standar operasi," jelas Budi.
Sedangkan dermaga, ada tiga lintas penyeberangan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono dalam kesempatan yang sama.
"Ada tiga lintas penyeberangan yang bisa dikerjasamakan," ujar Djoko.
Terakhir yaitu BPLJSKB atau proving ground yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Proving ground ini merupakan fasilitas pengujian kendaraan bermotor yang dinamis di luar ruangan, mensimulasikan pengujian sebagaimana kondisi jalan sebenarnya.
(zlf/zlf)











































