Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Agu 2019 21:35 WIB

Sodetan Ciliwung Mandek, Menteri PU Tunggu Anies Bebaskan Lahan

CNBC Indonesia - detikFinance
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Dok. Kementerian PUPR Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Penyelesaian proyek sodetan dari Sungai Ciliwung ke Banjir Kanal Timur (BKT) yang digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih terbentur masalah pembebasan lahan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menunggu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyelesaikan masalah tersebut. Pasalnya pembebasan lahan ini menjadi tugas Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (1/8/2019), Basuki mengatakan hingga kini masih belum ada langkah dari Pemprov DKI untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan di proyek sodetan Ciliwung di kawasan Jatinegara dan sekitarnya.

"Saya bisa saja mendorong untuk sodetan. Saya menunggu beliau (Anies Baswedan) bebaskan lahannya," kata Basuki di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (1/8/2019).


Kondisi di atas berbanding terbalik dengan pembangunan dua bendungan, yakni di Bogor, Jawa Barat yang pembebasan lahannya sudah mencapai 90%.

Proyek sodetan Ciliwung sudah disiapkan sejak era Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 2012 untuk penanganan banjir di Jakarta. Tapi saat ini belum rampung karena terbentur pembebesan lahan. Sementara itu Kementerian PUPR mengaku sudah siap.

"Uangnya kami sudah siap, uang untuk bebaskan lahannya pun siap. Tapi kan yang di depan harus Pemda. Kami mau menggempur dengan ATR (Kementerian Agraria dan Tata Ruang) sementara masyarakatnya belum boleh, masyarakat minta ketemu tim DKI. Tim DKI belum turun. Gitu kan," jelasnya.

Kementerian PUPR sebagai pihak yang punya tanggung jawab dalam pengelolaan sungai di Jakarta melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) punya program "normalisasi" sungai, termasuk Sungai Ciliwung sebagai program pencegahan banjir di Ibu Kota.

Program normalisasi sungai adalah mengembalikan bentuk sungai sesuai dengan peruntukan serta bentuk awalnya. Langkah ini dilakukan dengan jalan pembuatan dinding turap beton atau sheetpile pada sisi Sungai Ciliwung sedalam 10 hingga 12 meter ke bawah sungai.


Sedangkan Anies menginginkan dilakukannya "naturalisasi" sungai, yakni penataan bantaran sungai yang lebih ramah lingkungan dengan memperlebar sungai dengan mengikuti bentuk alur sungai.

"Dia (Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta) kan bilangnya naturalisasi. Saya ajak diskusi nggak keluar-keluar, tapi sekarang belum (ada jalan keluarnya)," katanya.

Pihak gubernur DKI Jakarta dan Pemprov belum diminta tanggapannya soal pernyataan Basuki.

Simak Video "Rumahnya Digusur untuk Proyek Tol, Menteri PUPR: Anak Saya Nangis"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com