Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 05 Agu 2019 17:44 WIB

AP I Sebut Bangunan Bandara Kulon Progo Didesain Tahan Gempa

Ristu Hanafi - detikFinance
Foto: Ristu Hanafi Foto: Ristu Hanafi
Kulon Progo - PT Angkasa Pura (AP) I kembali menegaskan bahwa Bandara Internasional Yogyakarta/Yogyakarta International Airport (YIA) telah menyiapkan mitigasi gempa bumi dan tsunami. Konstruksi bangunan bandara disiapkan untuk menghadapi potensi gempa berkekuatan maksimal 8,8 SR dan gelombang tsunami setinggi 12 meter.

"Soal isu gempa, hasil perhitungan kami (asumsi potensi gempa di sekitar kawasan YIA) yang paling maksimal (kekuatan) 8,8 SR. Kami tingkatkan seluruh mutu, review seluruh konstruksi, menyiapkan SOP mitigasi gempa dan tsunami," kata Direkrut Teknik PT Angkasa Pura I, Lukman F Laisa, Senin (5/8/2019).

Hal itu disampaikannya kepada rombongan Komisi V DPR RI saat kunjungan kerja di kantor PT PP, kompleks Bandara YIA, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Sedangkan untuk potensi ancaman tsunami, kata Lukman, diperkirakan tinggi gelombang yang menerjang kawasan bandara YIA bisa mencapai 12 meter. AP I telah mendapatkan rekomendasi langsung dari BMKG untuk ketinggian bangunan bandara yang dibangun.

"Tinggi bangunan di atas ketinggian tsunami yang diperkirakan bisa sampai tinggi 12 meter. Lantai terminal kedatangan 15,2 meter di atas permukaan laut (mdpl), lantai terminal keberangkatan 21,2 mdpl, tinggi runway 7,4 mdpl dan apron 9 mdpl," jelasnya.

"Jadi ketinggian bangunan sudah disesuaikan, tenaga ahli ambil referensi dari Jepang. Di Jepang dilakukan evakuasi sebanyak-banyaknya adalah manusia, bukan pesawatnya," lanjutnya.

Sementara itu jika sudah melakukan evakuasi manusia dan ingin melanjutkan mengevakuasi pesawat yang berada di apron, maka otoritas bandara memiliki waktu sekitar 37 menit sebelum gelombang tsunami menyentuh daratan.

"Hitungan BMKG waktu 37 menit, waktu untuk menerbangkan semua pesawat yang berada di apron. Jika kecepatan tsunami 18-20 km/jam, ada waktu untuk terbangkan semua pesawat dari apron, penumpang dievakuasi di lantai paling tinggi. Masyarakat sekitar juga bisa masuk dievakuasi di bangunan crisis center, ada juga EWS yang terkoneksi dengan BMKG," terang Lukman.


Diketahui, proyek Bandara YIA hingga kini masih dikerjakan. Jarak runway dengan bibir pantai selatan DIY sekitar 400 meter.

Saat ini progres pembangunan bandara menyentuh angka 69 persen. Otoritas bandara telah membuka operasional dengan minimum operasi sejak Mei 2019.

Simak Video "Jokowi Pastikan Bandara Kulon Progo Beroperasi Penuh saat Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com