Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 11 Agu 2019 17:21 WIB

Liputan Khusus Air untuk Warga Miskin Jakarta

Rencana Besar Anies Baswedan Atasi Sulitnya Akses Air Bersih

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nampaknya tidak tinggal diam melihat fenomena akses air bersih untuk sebagian warganya yang belum terakses.

Melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PD PAM Jaya, Anies akan segera mengatasi permasalahan air bersih khususnya untuk masyarakat tidak mampu.

Kepala Dinas (Kadis) SDA Provinsi Jakarta, Juaini mengatakan ada beberapa upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta ke depannya.


Pertama, akan memerintahkan PD PAM Jaya untuk membuat depo air bersih di wilayah yang kesulitan air bersih, khususnya di musim kemarau.

"Itu nanti kita kerja sama dengan PD PAM untuk menyalurkan air bersih. Kemarin sudah dirapatkan dengan Wali Kota Jakarta Utara dan Jakarta Barat di mana di daerah kekeringan itu yang akan disuplai," kata Juaini kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Juaini menargetkan, PD PAM Jaya harus bisa merealisasikan program jangka pendek ini di akhir bulan Agustus 2019. Saat ini, pihaknya sudah meminta data wilayah kekeringan air kepada Wali Kota Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Nantinya, lanjut Juaini, warga yang kesulitan air bersih bisa mendapatkannya secara gratis. Sebab, PD PAM Jaya akan menyuplai melalui tanki setiap harinya.

Sedangkan jangka menengah panjang yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta adalah menerapkan teknologi penyulingan air di waduk. Namun, program tersebut baru bisa diimplementasikan pada tahun depan.

Juaini mengatakan, waduk yang sudah tertata baik akan menjadi sumber air baku untuk wilayah Jakarta yang kesulitan air bersih.

"Tahun depannya kita baru benar-benar memprogramkan untuk menggunakan waduk sebagai penyediaan air baku," jelas dia.

Dinas SDA pun tidak memungkiri jika terjadi kebocoran pengawasan terhadap fenomena tukang penampungan air alias ledeng yang menjual air kepada masyarakat.

Oleh karena itu, beberapa upaya mengatasi persoalan tersebut akan masuk program prioritas di Dinas SDA.

"Itu yang menjadi perhatian Gubernur tuh, kenapa orang susah yang kebanyakan beli air, kita lagi mau rencana ke depan setidaknya warga yang susah dapat menikmati air gratis atau tidak mahal harusnya. Ini karena kondisi lagi kita mau perbaiki," ungkapnya.


Sementara itu, Manajer Humas Perusahaan Daerah (PD) PAM Jaya Linda Nurhandayani mengungkapkan pihaknya menargetkan warga DKI Jakarta terakses air bersih 100% pada 2030.

Tahapannya, pada tahun 2023 cakupan layanan PAM Jaya sudah mencapai 80%. Hingga saat ini, cakupan layanannya baru mencapai 60%.

Untuk mendukung rencana itu, kata Linda diperlukan tambahan pasokan suplai air bersih dan dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah Daerah dan Pusat.

"Tahun ini PAM Jaya membangun SPAM Hutan Kota sebesar 500 lps yang akan menjaring sekitar 30.000 pelanggan baru di wilayah Utara dan Barat," kata Linda.

Selanjutnya, PAM Jaya akan membangun beberapa SPAM komunal lainnya di DKI Jakarta, seperti SPAM Pesanggrahan 750 lps, SPAM Ciliwung 500 lps dan SPAM Buaran 3 sebesar 4.000 lps.


Tidak sampai di situ, pembangunan SPAM juga akan dilakukan bersama pemerintah pusat, yaitu SPAM Jatiluhur yang ditargetkan akan menyuplai Jakarta sebesar 3.000 lps dan SPAM Karian sebesar 4.000 lps.

"Tahun ini juga PAM Jaya akan menempatkan beberapa kios air di wilayah-wilayah yang masih belum mendapat akses air perpipaan seperti Kalideres, Semanan. Ditargetkan sebanyak 25 kios air yang akan dibangun oleh PAM Jaya pada tahun 2019," jelas dia.

Rencana Besar Anies Baswedan Atasi Sulitnya Akses Air Bersih


Simak Video "Krisis Air Bersih di Jambi, 5.000 Liter Disalurkan Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com